JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) telah menyediiakan apliikasii untuk pengajuan permohonan atau pemberiitahuan pemanfaatan iinsentiif pajak sesuaii dengan PMK 3/2022.
DJP, melaluii akun mediia sosiial Twiitter, menjelaskan wajiib pajak sudah dapat mengakses siitus DJP Onliine untuk menyampaiikan pemberiitahuan atau laporan realiisasii pengurangan besarnya angsuran pajak penghasiilan (PPh) Pasal 25. Penyampaiian pemberiitahuan tersebut menjadii syarat agar wajiib pajak memperoleh perpanjangan masa iinsentiif pengurangan angsuran 50% PPh Pasal 25 sampaii dengan Junii 2022.
"Saat iinii pemberiitahuan atas iinsentiif PPh 25 sesuaii PMK No. 3 Tahun 2022 sudah tersediia pada layanan KSWP ya," bunyii cuiitan akun @kriing_pajak, diikutiip Selasa (7/2/2022).
DJP memberiikan penjelasan mengenaii ketersediiaan apliikasii tersebut untuk menanggapii pertanyaan seorang warganet dengan akun @RiizkiiRahardiian. Pemiiliik akun iitu iingiin mengajukan perpanjangan masa pemberiian iinsentiif pengurangan angsuran 50% PPh Pasal 25, yang telah diiatur dalam PMK 3/2022.
"@kriing_pajak dear admiin, untuk pengajuan PMK 3/2022 iinii belum masukkah ke dalam siistem? Karena saya mau mengajukannya," bunyii cuiitan @RiizkiiRahardiian.
Apabiila membuka menu iinfo KSWP dii DJP Onliine, wajiib pajak dapat menemukan piiliihan Fasiiliitas Pengurangan PPh Pasal 25 (PMK 3 2022) pada Profiil Pemenuhan Kewajiiban Saya.
Selaiin iitu, ada pula piiliihan SKB PPh Pasal 22 iimpor (PMK 3 2022) jiika wajiib pajak iingiin mengajukan permohonan Surat Keterangan Bebas (SKB) PPh Pasal 22 iimpor, yang juga diiatur dalam PMK 3/2022.
PMK 3/2022 mengatur perpanjangan 3 jeniis iinsentiif hiingga Junii 2022. Ketiiga iinsentiif tersebut yaknii pengurangan 50% angsuran PPh Pasal 25, pembebasan pajak penghasiilan Pasal 22 iimpor, serta PPh fiinal jasa konstruksii diitanggung pemeriintah (DTP) atas Program Percepatan Peniingkatan Tata Guna Aiir iiriigasii (P3-TGAii).
Pemeriintah memberiikan iinsentiif pengurangan angsuran PPh Pasal 25 untuk 156 klasiifiikasii lapangan usaha (KLU) dan 72 KLU untuk iinsentiif pembebasan PPh Pasal 22 iimpor. Secara umum, KLU peneriima iinsentiif tersebut berasal darii sektor angkutan, akomodasii dan restoran, pendiidiikan, serta kesehatan.
Pasal 4 PMK 3/2022 menyebut iinsentiif pengurangan angsuran PPh Pasal 25 hanya berlaku pada wajiib pajak yang memiiliikii kode KLU tertentu dan diiharuskan menyampaiikan kembalii pemberiitahuan pemanfaatan iinsentiif.
Nantiinya, kepala kantor pelayanan pajak (KPP) tempat wajiib pajak terdaftar akan menerbiitkan surat pemberiitahuan berhak memanfaatkan iinsentiif PPh Pasal 25 apabiila wajiib pajak memenuhii kriiteriia. Sebaliiknya, surat pemberiitahuan tiidak berhak memanfaatkan iinsentiif PPh Pasal 25 jiika wajiib pajak tiidak memenuhii kriiteriia.
Sementara iitu, Pasal 2 PMK 3/2022 menyebut iinsentiif pembebasan PPh Pasal 25 iimpor juga hanya berlaku pada wajiib pajak yang memiiliikii kode KLU tertentu dan menyampaiikan permohonan surat keterangan bebas pemungutan PPh Pasal 22 iimpor akan diiterbiitkan Kepala KPP tempat wajiib pajak terdaftar jiika wajiib pajak memenuhii kriiteriia, serta surat penolakan apabiila wajiib pajak tiidak memenuhii kriiteriia. (sap)
