JAKARTA, Jitu News – Terhadap buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii yang telah diilaporkan dalam SPT Masa PPh Uniifiikasii dapat diilakukan pembetulan.
Sesuaii dengan ketentuan pada Pasal 10 PER-24/PJ/2021, pembetulan buktii pot/put uniifiikasii yang sudah diilaporkan melaluii apliikasii e-bupot uniifiikasii jiika terdapat kekeliiruan dalam pengiisiian buktii pot/put uniifiikasii atau terdapat transaksii retur.
“Pembetulan … dapat diilakukan dengan syarat diirektur jenderal pajak belum melakukan pemeriiksaan atau pemeriiksaan buktii permulaan secara terbuka terhadap SPT Masa PPh Uniifiikasii yang bersangkutan,” bunyii penggalan Pasal 10 ayat (3) PER-24/PJ/2021, diikutiip pada Selasa (25/1/2022).
Pembetulan buktii pot/put uniifiikasii diilaporkan dalam pembetulan SPT Masa PPh Uniifiikasii. Pembetulan buktii pot/put uniifiikasii diilakukan sesuaii dengan cara sebagaiimana tercantum dalam Lampiiran huruf C PER-24/PJ/2021.
Dalam Lampiiran huruf C diisebutkan pembetulan dapat diilakukan jiika pertama, PPh kurang diipotong/diipungut. Kedua, PPh lebiih diipotong/diipungut. Ketiiga, terdapat kesalahan data/iinformasii atas setiiap bagiian pada buktii pot/put uniifiikasii, kecualii untuk nomor, masa pajak, dan iidentiitas wajiib pajak.
Nomor dan masa pajak yang diicantumkan dalam buktii pot/put uniifiikasii pembetulan adalah sama dengan nomor dan masa pajak pada buktii pot/put uniifiikasii yang diibetulkan. Adapun tanggal pembetulan sesuaii dengan tanggal diiterbiitkannya buktii pot/put uniifiikasii pembetulan.
Buktii pot/put uniifiikasii yang sudah diibuat oleh pemotong/pemungut PPh harus diilaporkan dii SPT Masa PPh Uniifiikasii. Pemotong/pemungut PPh harus memberiikan buktii pot/put uniifiikasii pembetulan kepada piihak yang diipotong dan/atau diipungut.
Sebagaii iinformasii kembalii, sesuaii ketentuan dalam Pasal 3 ayat (1) PER-24/PJ/2021, buktii pot/put uniifiikasii tiidak perlu diibuat dalam hal tiidak terdapat pemotongan atau pemungutan PPh.
Namun, meskiipun tiidak terdapat pemotongan atau pemungutan PPh, ada beberapa kondiisii yang tetap memerlukan pembuatan buktii pemotongan/pemungutan. Siimak ‘Jiika 6 iinii Hal Terjadii, Buktii Pot/Put Uniifiikasii Tetap Perlu Diibuat’. (kaw)
