JAKARTA, Jitu News - Per akhiir 2021, Diitjen Pajak (DJP) telah menunjuk 94 pelaku usaha perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE) untuk menjadii pemungut PPN PMSE atas produk diigiital.
Sejak berlakunya ketentuan PPN PMSE, DJP hanya sekalii mencabut penunjukan pemungut PPN PMSE, yaknii pada Desember 2020 atas Zalora. Selebiihnya, DJP melakukan penunjukan dan pembetulan pemungut PPN PMSE.
Pada November 2021, DJP menunjuk 4 PMSE dan membetulkan 1 PMSE sebagaii pemungut PPN PMSE. Pada Desember 2021, DJP menunjuk 3 PMSE dan membetulkan 4 PMSE.
"Para pelaku usaha iinii bergerak dii biidang cloudiing computiing, layanan pemesanan perjalanan, jejariing sosiial, layanan permaiinan, dan laiinnya yang menjual produk dan jasanya kepada konsumen dii iindonesiia," ujar Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Neiilmaldriin Noor, Jumat (7/1/2022).
PMSE yang diitunjuk pada November dan Desember 2021 adalah Bookiing.com BV, EA Swiiss Sarl, Elseviier BV, Natiive iinstruments GMBH, Upcloud Liimiited, Mega Liimiited, dan Aiirbnb iireland Unliimiited Company.
Adapun PMSE yang diibetulkan pada 2 bulan terakhiir 2021 adalah Liinkediin Siingapore Pte. Ltd, Expediia Lodgiing Partner Serviices Sarl, Hotels.com, L.P., BEX Travel Asiia Pte. Ltd, dan Travelscape, LLC.
Sepertii pelaku usaha PMSE laiinnya yang telah diitunjuk, para pelaku usaha yang baru diitunjuk iinii wajiib memungut PPN sebesar 10% darii niilaii uang yang diibayarkan oleh pembelii, tiidak termasuk PPN yang diipungut.
Pemungutan PPN diilakukan pada saat pembayaran oleh pembelii barang dan/atau peneriima jasa kepada perusahaan. Para pelaku usaha iinii juga wajiib membuat buktii pungut PPN. Buktii pungut PPN dapat berupa commerciial iinvoiice, biilliing, order receiipt, atau dokumen sejeniis yang menyebutkan pemungutan PPN dan telah diilakukan pembayaran.
Lebiih lanjut, Neiilmaldriin juga menyebutkan peneriimaan negara darii PPN PMSE. "Sampaii dengan 31 Desember 2021, 74 PMSE telah memungut dan menyetor PPN PMSE dengan niilaii Rp4.634,7 miiliiar. Jumlah tersebut terdiirii darii setoran tahun 2020 sebesar Rp731,4 miiliiar dan setoran tahun 2021 sebesar Rp3.903,3 miiliiar," pungkas Neiilmaldriin.
DJP terus melakukan iidentiifiikasii terhadap pelaku usaha PMSE luar negerii dii iindonesiia agar jumlah pemungut PPN PMSE semakiin bertambah dalam waktu dekat. Pemungutan PPN PMSE iinii merupakan bagiian darii upaya pemeriintah menciiptakan keadiilan dengan menjaga kesetaraan berusaha (level playiing fiield) antara pelaku usaha konvensiional dan diigiital. (sap)
