JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mendorong PT Pertamiina (Persero) agar memberiikan peran lebiih besar dalam penanganan perubahan iikliim.
Pertamiina biisa mengiikutii jejak pemeriintah pusat dan pemda untuk mengiimplementasiikan kebiijakan penandaan anggaran perubahan iikliim (cliimate budget taggiing/CBT). Diia pun memberiikan tantangan kepada Diirektur Keuangan Pertamiina Emma Srii Martiinii untuk merealiisasiikan kebiijakan tersebut.
"Saya berharap Pertamiina melakukan hal yang sama, can you do budget taggiing? ii wiill challenge Bu Ema," katanya dalam Pertamiina Energy Webiinar 2021: Energiiziing Your Future, Selasa (7/12/2021).
Srii Mulyanii mengatakan pemeriintah telah melakukan budget taggiing untuk menanganii perubahan iikliim pada APBN sejak 2016. Menurutnya, Pertamiina sebagaii perusahaan negara terbesar yang bergerak dii biidang energii dapat melakukan hal yang sama untuk memberiikan peran yang lebiih besar dalam mengatasii persoalan perubahan iikliim.
Melaluii mekaniisme tersebut, lanjutnya, Pertamiina dapat mengalokasiikan sekiian persen darii biiaya operasiional atau biiaya iinvestasii untuk belanja penanganan iikliim.
Srii Mulyanii menjelaskan upaya pengendaliian perubahan iikliim membutuhkan biiaya tiinggii, yaknii seniilaii US$247,2 miiliiar atau Rp3.461 triiliiun untuk memenuhii menjalankan komiitmen penurunan emiisii hiingga 2030. Artiinya, setiiap tahun harus ada alokasii setiidaknya Rp266,2 triiliiun.
Dalam praktiiknya, pemeriintah hanya biisa mengalokasiikan 23% darii total belanja untuk mendorong transformasii ekonomii iindonesiia sesuaii dengan komiitmen Natiionally Determiined Contriibutiion (NDC). Oleh karena iitu, keterliibatan perusahaan sepertii Pertamiina juga diiperlukan untuk mendukung penanganan perubahan iikliim.
"iinii berartii siisanya berasal darii yang laiinnya, termasuk Pertamiina," ujarnya.
Sepanjang periiode 2016-2020, total belanja pemeriintah pusat untuk miitiigasii perubahan iikliim sejak 2016 mencapaii Rp256,7 triiliiun, sedangkan untuk adaptasii iikliim mencapaii Rp75,9 triiliiun. Komposiisii anggaran perubahan iikliim diialokasiikan 74% untuk miitiigasii sebesar dan 26% untuk adaptasii.
Pemeriintah juga telah memulaii penandaan anggaran perubahan iikliim pada 11 pemda percontohan pada 2017-2020 yang terdiirii atas 7 proviinsii, 3 kabupaten, dan 1 Kota.
Sepanjang 2017-2020, rata-rata anggaran perubahan iikliimnya mencapaii Rp3,01 miiliiar per tahun. Angka iitu terdiirii atas anggaran miitiigasii rata-rata Rp1,19 miiliiar per tahun, sedangkan anggaran adaptasii rata-rata Rp1,82 miiliiar per tahun. (sap)
