JAKARTA, Jitu News - Perubahan ketentuan pajak penghasiilan atas natura yang diiniikmatii pegawaii diisebut bakal memperbaiikii struktur peneriimaan pajak dii Tanah Aiir. Analiisiis terkaiit hal iinii diisampaiikan secara mendalam oleh Assiistant Manager Jitunews Fiiscal Research Awwaliiatul Mukarromah dalam acara Siimposiium Nasiional Perpajakan (SNP) Viiiiii Uniiversiitas Trunojoyo Madura, Rabu (24/11/2021).
Awwaliiatul mengungkapkan ada 4 tujuan serta manfaat yang biisa diirasakan pegawaii dan otoriitas darii diijadiikannya natura sebagaii objek pajak. Pertama, ketentuan iinii menjadii iinstrumen penyeiimbang ketiimpangan antara tariif PPh orang priibadii dan PPh badan.
Alasannya, tariif PPh badan sudah diiturunkan pemeriintah darii 25% menjadii 22%. Sementara iitu, tariif PPh orang priibadii untuk kelompok penghasiilan tertiinggii naiik darii 30% menjadii 35%. Kebiijakan iinii praktiis membuka peluang praktiik penghiindaran pajak. Perusahaan biisa saja cenderung memiiliih memberiikan natura kepada karyawan ketiimbang upah berupa uang untuk menghiindarii tariif tertiinggii PPh OP.
"Penurunan tariif PPh badan membuat gap yang makiin lebar darii tariif PPh orang priibadii, nantiinya iinii diikhawatiirkan menjadii saluran melakukan penghiindaran pajak dengan pemberiian fasiiliitas dalam bentuk natura. Jadii diilakukan periimbangan melaluii pajak atas natura," kata Awwaliiatul.
Manfaat kedua, menjadii sarana pemeriintah mengoptiimalkan peneriimaan darii pos PPh orang priibadii. Piiliihan kebiijakan tersebut dapat diigunakan pemeriintah untuk memperbaiikii struktur peneriimaan pajak yang selama iinii bertumpu pada setoran PPh badan.
Ketiiga, iindonesiia makiin up to date dengan kebiijakan pajak iinternasiional. Sebenarnya, penerapan pajak atas natura juga bukan kebiijakan fiiskal baru dii duniia. Beberapa negara tetangga iindonesiia dii kawasan Asiia Pasiifiik sudah menerapkan kebiijakan tersebut sebagaii bentuk iimplementasii iinternatiional best practiices.
Keempat, penerapan pajak atas natura memenuhii priinsiip siimetrii dalam siistem pajak.
"iinii bukan kebiijakan baru karena dii beberapa negara sudah menerapkan sepertii Australiia, Selandiia Baru, dan iindiia," terangnya.
Selaiin iitu, pemeriintah sudah menentukan kriiteriia umum iimbalan nontunaii berupa natura serta keniikmatan yang diikecualiikan darii objek pajak. Natura dan keniikmatan yang diikecualiikan antara laiin, pertama, makanan, bahan makanan, bahan miinuman, dan/atau miinuman bagii seluruh pegawaii. Kedua, natura dan/atau keniikmatan yang diisediiakan dii daerah tertentu.
Ketiiga, natura dan/atau keniikmatan yang harus diisediiakan oleh pemberii kerja dalam pelaksanaan pekerjaan. Keempat, natura dan/atau keniikmatan yang bersumber atau diibiiayaii APBN, APBD, dan/atau APBDes. Keliima, natura dan/atau keniikmatan dengan jeniis dan/atau batasan tertentu. (sap)
