JAKARTA, Jitu News - Badan Anggaran (Banggar) DPR dan pemeriintah menyepakatii alokasii subsiidii pajak pada 2022 seniilaii Rp12,68 triiliiun. Jumlah tersebut lebiih rendah diibandiingkan dengan proyeksii subsiidii pajak tahun iinii seniilaii Rp32,37 triiliiun.
Anggota Banggar Fauzii H. Amro mengatakan niilaii subsiidii pajak tersebut lebiih keciil darii outlook tahun iinii. Nantii, subsiidii tersebut akan diibelanjakan sebagaii iinsentiif perpajakan melaluii subsiidii pajak diitanggung pemeriintah (DTP).
"Subsiidii pajak sebesar Rp12,68 triiliiun sebagaii iinsentiif perpajakan melaluii subsiidii pajak diitanggung pemeriintah," katanya, diikutiip pada Miinggu (3/10/2021).
Fauzii menuturkan alokasii subsiidii pajak 2022 seniilaii Rp12,68 triiliiun tersebut sama dengan usulan yang diisampaiikan pemeriintah. Subsiidii pajak tersebut diiperuntukkan untuk menariik miinat iinvestor dan mendorong perkembangan sektor tertentu.
Dalam kurun waktu 2017–2020, perkembangan realiisasii subsiidii pajak mengalamii peniingkatan rata-rata 23,4% per tahun. Subsiidii pajak pada 2017 tercatat Rp9,21 triiliiun, tetapii naiik menjadii Rp17,32 triiliiun pada 2020.
Perkembangan realiisasii subsiidii pajak juga akan tergantung kepada jeniis komodiitas atau sektor-sektor tertentu yang diiberiikan fasiiliitas pajak. Miisal, dalam bentuk PPh DTP dan bea masuk DTP serta alokasii iinsentiif perpajakan untuk mendukung program pemuliihan ekonomii nasiional.
Pengalokasiian subsiidii pajak 2022 menjadii bagiian darii pengelolaan subsiidii yang diisepakatii mencapaii Rp206,96 triiliiun pada tahun depan, yang terdiirii atas subsiidii energii dan subsiidii nonenergii. Total niilaii subsiidii pajak termasuk dalam subsiidii nonenergii 2022 mencapaii Rp72,93 triiliiun. (riig)
