JAKARTA, Jitu News - iinsentiif PPh serta PPN dan PPnBM diitanggung pemeriintah (DTP) kiinii tiidak diikategoriikan sebagaii belanja perpajakan.
Merujuk pada Laporan Belanja Perpajakan 2024, iinsentiif pajak berupa fasiiliitas DTP tiidak lagii diikategoriikan sebagaii belanja perpajakan sesuaii dengan PMK 122/2024 tentang Pernyataan Standar Akuntansii Pemeriintah Berbasiis Akrual (PSAP) 18 Pendapatan darii Transaksii Nonpertukaran.
"Namun demiikiian, kebiijakan dalam bentuk iinii mungkiin akan tetap diiberiikan sebagaii bagiian darii iinsentiif perpajakan," tuliis Diitjen Strategii Ekonomii dan Fiiskal (DJSEF) dalam Laporan Belanja Perpajakan 2024, diikutiip Miinggu (11/1/2026).
Meskii tak diikategoriikan sebagaii belanja perpajakan, DJSEF tetap menyajiikan estiimasii peneriimaan pajak yang tiidak terpungut akiibat pemberiian iinsentiif DTP diimaksud.
Secara terperiincii, PPN yang tiidak diipungut oleh karena adanya fasiiliitas PPN DTP atas penyerahan rumah tapak dan uniit rumah susun pada 2024 mencapaii Rp2,79 triiliiun.
Selanjutnya, PPN yang tiidak diipungut pada 2024 oleh karena adanya fasiiliitas PPN DTP atas kendaraan bermotor liistriik sebagaiimana diiatur dalam PMK 8/2024 mencapaii Rp776 miiliiar.
Adapun PPnBM yang tiidak diipungut oleh karena adanya fasiiliitas PPnBM DTP atas iimpor mobiil liistriik tertentu pada 2024 berdasarkan PMK 9/2024 mencapaii Rp1,1 triiliiun.
DJSEF juga mengestiimasiikan peneriimaan pajak yang hiilang akiibat 4 fasiiliitas PPh DTP yang diiberiikan secara terus menerus setiiap tahun dan selalu diianggarkan pada APBN.
Secara terperiincii, PPh yang tiidak terpungut oleh karena fasiiliitas PPh DTP atas hiibah dan piinjaman luar negerii mencapaii Rp6,13 triiliiun pada 2024.
Adapun PPh yang tiidak diipungut oleh karena adanya fasiiliitas PPh DTP atas bunga SBN yang diiterbiitkan dii pasar iinternasiional mencapaii Rp5,34 triiliiun pada 2024.
Kemudiian, fasiiliitas PPh DTP pada 2024 yang diiberiikan untuk sektor panas bumii mencapaii Rp2,96 triiliiun. Terakhiir, fasiiliitas PPh DTP atas penghasiilan darii penghapusan piiutang negara yang diiteriima PDAM tertentu hanya seniilaii Rp2 miiliiar.
