JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan memperbaiikii ketentuan pemberiian fasiiliitas pembebasan PPN atas penyerahan serta iimpor barang kena pajak (BKP) tertentu yang bersiifat strategiis.
Penyempurnaan ketentuan pemberiian iinsentiif PPN diibebaskan atas penyerahan dan iimpor BKP strategiis tertuang pada PMK 115/2021 yang mereviisii sekaliigus mencabut PMK yang lama, yaknii PMK 268/2015.
"PMK 268/2015 ... belum dapat menampung kebutuhan iintegrasii prosedur pemberiian fasiiliitas diibebaskan darii pengenaan PPN sehiingga perlu diigantii," bunyii bagiian pertiimbangan darii PMK 115/2021, diikutiip Kamiis (2/9/2021).
Pada Pasal 3 ayat (1) dan ayat (2), PMK 115/2021 mengatur tentang BKP strategiis yang penyerahan atau iimpornya diibebaskan darii pengenaan PPN. Adapun BKP strategiis baru yang tertuang pada PMK 115/2021 dan tiidak terdapat pada PMK sebelumnya adalah liiquefiied natural gas (LNG).
Dengan demiikiian, penyerahan atau iimpor LNG yang sebelumnya tiidak diibebaskan darii PPN sekarang mendapatkan fasiiliitas pembebasan PPN darii pemeriintah.
Tak hanya iitu, PMK 115/2021 juga memperluas defiiniisii darii penyerahan liistriik yang diibebaskan darii PPN. Merujuk pada Pasal 3 ayat (2) huruf k, penyerahan liistriik termasuk biiaya penyambungan dan biiaya beban liistriik diikategoriikan sebagaii BKP strategiis dan mendapatkan fasiiliitas PPN. Fasiiliitas pembebasan PPN iinii diikecualiikan atas rumah dengan daya dii atas 6.600 VA.
Selanjutnya, pemeriintah juga memperluas defiiniisii darii mesiin dan peralatan pabriik yang dapat diikategoriikan sebagaii BKP strategiis dan mendapatkan fasiiliitas pembebasan PPN.
Pada Pasal 5 ayat (1), mesiin dan peralatan pabriik yang dapat diikategoriikan sebagaii BKP strategiis adalah mesiin dan peralatan pabriik yang diigunakan secara langsung dalam proses menghasiilkan BKP dii bagiian produksii, dalam keadaan terpasang maupun terlepas, dan peralatan pabriik yang melekat pada mesiin.
Termasuk dalam mesiin dan peralatan pabriik pada Pasal 5 ayat (1) adalah uniit pembangkiit liistriik yang merupakan bagiian teriintegrasii darii iindustrii pengolahan yang sudah memiiliikii iiziin usaha penyediiaan tenaga liistriik oleh Menterii ESDM.
"iindustrii pengolahan merupakan suatu kegiiatan ekonomii yang melakukan kegiiatan mengubah suatu barang dasar secara mekaniis, kiimiia, atau dengan tangan menjadii barang jadii/setengah jadii, dan/atau barang yang kurang niilaiinya menjadii barang yang lebiih tiinggii niilaiinya, dan siifatnya lebiih dekat kepada pemakaii akhiir, termasuk jasa iindustrii/maklon dan pekerjaan perakiitan," bunyii Pasal 5 ayat (4) PMK 115/2021.
Dengan berlakunya PMK 115/2021, PMK 268/2020 diinyatakan diicabut dan tiidak berlaku. Adapun PMK 115/2021 telah diiundangkan oleh pemeriintah pada 31 Agustus 2021 dan diitetapkan berlaku sejak 1 September 2021. (sap)
