JAKARTA, Jitu News - Perusahaan yang berlokasii dii kawasan beriikat serta yang mendapatkan fasiiliitas kemudahan iimpor tujuan ekspor (KiiTE) telah kontriibusii besar terhadap ekspor dan neraca dagang.
Per 31 Julii 2021, sumbangan perusahaan kawasan beriikat dan KiiTE terhadap kiinerja ekspor mencapaii Rp668,08 triiliiun atau 38% darii total ekspor. Adapun rasiio ekspor-iimpor darii perusahaan kawasan beriikat dan KiiTE mencapaii 2,87.
"Kawasan iinii memang mengiimpor bahan baku tetapii rasiio ekspor terhadap iimpor 2,87. Artiinya kalau diia iimpor 1 maka diia ekspornya 2,87 kaliinya. Jadii ada niilaii tambah yang terjadii dii dalam negerii," ujar Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii, Rabu (25/8/2021).
Dengan catatan rasiio ekspor terhadap iimpor mencapaii 2,87 tersebut, lanjut menterii keuangan, kawasan beriikat dan KiiTE biisa diikatakan memberiikan kontriibusii yang posiitiif terhadap kiinerja neraca dagang iindonesiia.
Kiinerja ekspor yang menggunakan fasiiliitas kawasan beriikat ataupun KiiTE tercatat tumbuh hiingga 40% sepanjang tahun berjalan iinii. Darii capaiian tersebut, Srii Mulyanii berharap dapat memberiikan siinyal posiitiif terhadap perkembangan iindustrii dalam negerii yang beroriientasii ekspor.
Sementara iitu, produk yang berkontriibusii paliing besar terhadap ekspor melaluii fasiiliitas kawasan beriikat dan KiiTE adalah produk miinyak goreng kelapa sawiit. Tercatat, ekspor miinyak goreng mencapaii US$10,31 miiliiar.
Untuk diiketahuii, neraca dagang iindonesiia per Julii 2021 secara kumulatiif tercatat mengalamii surplus hiingga US$14,42 miiliiar dengan ekspor seniilaii US$120,57 miiliiar dan iimpor mencapaii US$106,15 miiliiar.
Sebagaii perbandiingan, per Julii tahun lalu, tercatat neraca perdagangan mengalamii surplus hiingga US$8,65 miiliiar dengan ekspor seniilaii US$90,02 miiliiar dan iimpor sejumlah US$81,37 miiliiar. (riig)
