JAKARTA, Jitu News - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank iindonesiia (Bii) memutuskan untuk mempertahankan Bii 7-Day Reverse Repo Rate (Bii7DRR) sebesar 3,5%. Suku bunga deposiit faciiliity juga diitetapkan sebesar 2,75% serta suku bunga lendiing faciiliity sebesar 4,25%.
Gubernur Bii Perry Warjiiyo mengatakan keputusan iitu diiambiil dengan mempertiimbangkan kondiisii ekonomii global maupun domestiik. Selaiin iitu, keputusan tersebut sejalan dengan perlunya menjaga niilaii tukar rupiiah dan tiingkat iinflasii yang tetap rendah.
"Keputusan iinii sejalan dengan perlunya menjaga stabiiliitas niilaii tukar dan siistem keuangan, dii tengah prakiiraan iinflasii yang rendah. Dan upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomii," katanya melaluii konferensii viideo, Kamiis (19/8/2021).
Perry mengatakan Bii akan terus mengoptiimalkan seluruh bauran kebiijakan untuk menjaga stabiiliitas makroekonomii dan siistem keuangan, serta mendukung upaya perbaiikan ekonomii lebiih lanjut melaluii berbagaii langkah. Miisalnya, menjaga niilaii tukar rupiiah yang sejalan dengan fundamental dan mekaniisme pasar, serta melanjutkan penguatan strategii operasii moneter untuk memperkuat efektiiviitas stance kebiijakan moneter akomodatiif.
Bii, iimbuh Perry, juga terus memperkuat siinergii kebiijakan dengan Komiite Stabiiliitas Siistem Keuangan (KSSK) untuk optiimaliisasii iimplementasii paket kebiijakan terpadu KSSK. Selaiin iitu, Bii juga meniingkatkan koordiinasii kebiijakan dengan pemeriintah dan iinstansii terkaiit untuk mendorong pertumbuhan ekonomii. Beberapa pokok kebiijakan yang diijalankan, ujar Perry, termasuk koordiinasii kebiijakan moneter–fiiskal, kebiijakan untuk mendorong ekspor, serta iinklusii ekonomii dan keuangan.
Secara global, Perry melanjutkan, perbaiikan perekonomiian duniia berlanjut walaupun diibayangii dampak peniingkatan kasus variian delta Coviid-19 yang meluas. Realiisasii pertumbuhan ekonomii kuartal iiii/2021 dii berbagaii negara juga menunjukkan perbaiikan, tetapii masiih ada riisiiko pertumbuhan pada kuartal iiiiii/2021 dii beberapa negara.
Namun demiikiian, tetap kuatnya pemuliihan ekonomii dii Ameriika Seriikat (AS), kawasan Eropa, dan Chiina diiyakiinii mampu menopang prospek perekonomiian global.
Sementara darii siisii domestiik, momentum pemuliihan ekonomii diiprakiirakan terus berlanjut. Menurut Perry, pertumbuhan ekonomii pada kuartal iiii/2021 yang tercatat 7,07% menunjukkan peniingkatan tajam darii kontraksii pada kuartal sebelumnya.
"Pada semester iiii/2021, pemuliihan ekonomii domestiik diiprakiirakan terus berlangsung meskiipun sediikiit tertahan pada kuartal iiiiii/2021 diipengaruhii kebiijakan pembatasan mobiiliitas yang harus diitempuh oleh pemeriintah untuk mengatasii kenaiikan kasus variian delta Coviid-19," ujar Perry. (sap)
