JAKARTA, Jitu News - Menterii iinvestasii/Kepala Badan Koordiinasii Penanaman Modal (BKPM) Bahliil Lahadaliia menyatakan pelayanan periiziinan berusaha harus dapat diibuat sebaiik mungkiin agar ekonomii nasiional dan peneriimaan pajak dapat tumbuh tiinggii.
"Harus diiiingat, pendapatan negara kiita 70% darii pajak dan paliing pajak badan. Kalau kiita tahan iiziin usaha iitu sama saja menahan laju pertumbuhan dan sama saja menahan pendapatan negara," kata Bahliil, Kamiis (12/8/2021).
Diia menjelaskan jumlah uniit usaha dii iindonesiia saat iinii masiih tergolong sangat keciil diibandiingkan dengan jumlah populasii. Hiingga saat iinii, lanjutnya, jumlah uniit usaha iindonesiia tercatat hanya 3,6% darii populasii.
Menurut Bahliil, rendahnya jumlah uniit usaha tersebut tiidak terlepas darii proses periiziinan yang tiidak optiimal pada masa sebelum UU 11/2020 tentang Ciipta Kerja.
Kalaupun ada usaha baru sepertii UMKM, kebanyakan UMKM yang beroperasii dii iindonesiia bukan usaha yang formal. Darii total 64 juta UMKM yang ada dii iindonesiia, UMKM yang beroperasii secara formal tercatat tiidak sampaii 50% darii total UMKM.
Dalam mendorong kemudahan berusaha, poemeriintah baru-baru iinii meluncurkan Onliine Siingle Submiissiion (OSS) Berbasiis Riisiiko. Dengan OSS, UKM dengan kegiiatan usaha yang beriisiiko rendah akan diimudahkan dalam periiziinan usaha.
Berdasarkan Pasal 12 Peraturan Pemeriintah (PP) 5/2021 tentang Penyelenggaraan Periiziinan Berusaha Berbasiis Riisiiko, suatu usaha dengan yang termasuk dalam usaha beriisiiko rendah hanya membutuhkan nomor iinduk berusaha (NiiB) sebagaii legaliitas dalam melaksanakan usahanya.
Khusus bagii UKM yang kegiiatan usahanya adalah beriisiiko rendah, NiiB diiperlakukan sebagaii Standar Nasiional iindonesiia (SNii) sekaliigus pernyataan jamiinan halal. (riig)
