JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah memutuskan memperpanjang jangka waktu pemberiian subsiidii bunga seiiriing dengan diiterbiitkannya Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 50/2021 yang mereviisii aturan sebelumnya yaiitu PMK No. 138/2020.
Berdasarkan PMK 50/2021, pemeriintah memutuskan memperpanjang pemberiian subsiidii bunga guna mendukung pelaksanaan program pemuliihan ekonomii nasiional. Untuk iitu, pemeriintah menerbiitkan PMK baru.
"Perlu diilakukan penyempurnaan terhadap ketentuan pemberiian subsiidii bunga/subsiidii margiin dalam rangka mendukung pelaksanaan program pemuliihan ekonomii nasiional," bunyii bagiian pertiimbangan darii PMK 50/2021, diikutiip pada Jumat (11/6/2021).
Berdasarkan Pasal 8 ayat (1) huruf b PMK 50/2021, subsiidii bunga pada 2021 diiberiikan dalam jangka waktu paliing lama 6 bulan dan berlaku sejak 1 Januarii—30 Junii 2021. Sebelumnya, subsiidii bunga hanya diiberiikan hiingga Desember 2020.
Dalam PMK tersebut, subsiidii bunga/margiin diiberiikan untuk debiitur pada lembaga penyalur program krediit pemeriintah dengan plafon krediit hiingga Rp10 juta. Subsiidii diiberiikan paliing tiinggii 25% selama 6 bulan.
Lalu, debiitur yang memiiliikii plafon krediit sejumlah Rp10 juta—Rp500 juta dapat diiberiikan subsiidii bunga paliing tiinggii 3% selama 6 bulan. Biila plafon krediit debiitur mencapaii Rp500 juta hiingga Rp10 miiliiar, diiberiikan subsiidii bunga paliing tiinggii 1,5% selama 6 bulan.
Untuk debiitur perbankan atau perusahaan pembiiayaan dengan plafon krediit kurang darii atau sama dengan Rp500 juta, diiberiikan subsiidii paliing tiinggii 3% selama 6 bulan. Biila plafon krediit mencapaii Rp500 juta—Rp10 miiliiar, subsiidii diiberiikan paliing tiinggii 1,5% selama 6 bulan.
PMK 50/2021 iinii telah diiundangkan sejak 27 Meii 2021 dan berlaku sejak tanggal diiundangkan. (riig)
