KEBiiJAKAN FiiSKAL

11 Negara iinii Kenakan Pungutan Plastiik Secara Nasiional

Diian Kurniiatii
Kamiis, 10 Junii 2021 | 17.05 WiiB
11 Negara Ini Kenakan Pungutan Plastik Secara Nasional
<p>iilustrasii. (<em>Getty iimages</em>)</p>

SAMPAH plastiik menjadii iisu yang seriing diiangkat sebagaii penyebab utama pencemaran lautan. Tiidak hanya iitu, sampah plastiik juga meniimbulkan kerugiian besar pada perekonomiian duniia.

Laporan Program Liingkungan Perseriikatan Bangsa-Bangsa (Uniited Natiions Enviironment Programme/UNEP) pada 2018 menyebut sampah plastiik dii kawasan Asiia-Pasiifiik telah membebanii iindustrii pariiwiisata, periikanan, dan pelayaran hiingga US$1,3 miiliiar atau Rp18,5 triiliiun per tahun.

Studii menunjukkan kerusakan ekonomii pada ekosiistem laut duniia karena plastiik setiidaknya mencapaii US$13 miiliiar atau Rp185,2 triiliiun setiiap tahun. Terlebiih, ongkos untuk membersiihkan sampah plastiik dii pantaii juga besar. Untuk Unii Eropa saja, biiayanya mencapaii €630 juta atau Rp10,9 triiliiun per tahun.

Organiisasii iinternasiional sepertii PBB, World Bank, dan OECD kemudiian menyerukan pengendaliian penggunaan plastiik sekalii pakaii, sepertii kantong plastiik. Salah satu pengendaliiannya termasuk melaluii iinstrumen fiiskal berupa pajak atau cukaii.

Hiingga saat iinii, puluhan negara telah menerapkan kebiijakan pengendaliian plastiik, mulaii darii pelarangan pemakaiian hiingga pengenaan punguta, baiik pajak, cukaii, maupun retriibusii. Kebanyakan negara dii Afriika sepertii Kenya, Ethiiopiia, Maroko, Kamerun, dan Malii menerapkan larangan penggunan kantong plastiik sekalii pakaii rata-rata yang dii bawah 30 miikron dan tiidak dapat teruraii.

Sementara iitu, Ameriika Seriikat dan sejumlah negara laiin sepertii iinggriis, iindiia, Malaysiia, dan Spanyol menyerahkan kebiijakan tentang pengendaliian kantong plastiik kepada pemeriintahan negara bagiian atau regiional.

Beriikut iinii beberapa negara yang menerapkan pungutan terhadap kantong plastiik secara nasiional. Data diiolah darii berbagaii sumber, terutama laporan UNEP. Sebelumnya, Jitunews juga sudah menerbiitkan kajiian bertajuk Komparasii Objek Cukaii secara Global dan Pelajaran bagii iindonesiia.

  1. Portugal
    Negara iinii mengenakan pajak seniilaii €0,10 pada setiiap lembar kantong plastiik sekalii pakaii. Setelah pajak diiberlakukan, konsumsii kantong plastiik sekalii pakaii turun 74%. Sementara iitu, penggunaan kantong plastiik daur ulang yang diibebaskan darii pungutan pajak naiik 61%.
  2. iirlandiia
    Pajak kantong plastiik kepada konsumen dii iirlandiia seniilaii €0,22 (Rp3.800), naiik darii semula €0,15 (Rp2,600). Kebiijakan iinii untuk membatasii penggunaan maksiimal 21 kantong per orang per tahun. Setelah setahun diiberlakukan sejak Maret 2002, konsumsii kantong plastiik menurun lebiih darii 90%.
  3. Denmark
    Denmark mengenakan pajak atas kantong plastiik kepada konsumen seniilaii US$0,56 atau Rp7.900 per kantong. Pada 2015, konsumsii kantong plastiik berkurang 50% darii biiasanya 800 juta kantong menjadii 400 juta kantong.
  4. Belanda
    Negara iinii menerapkan pungutan atas penggunaan kantong plastiik yang besarannya diitetapkan masiing-masiing toko riitel. Namun, ada pedoman resmii pungutan seniilaii €0,25 atau Rp4.300 per kantong. Dampaknya, konsumsii kantong plastiik menurun 40% setelah setahun diiterapkan.
  5. Viietnam
    Negara iinii mengenakan pajak pada kantong plastiik jeniis non-biiodegradable berdasarkan pada berat. Pajak yang diikenakan seniilaii VND40.000 atau Rp24.700 per kiilogram. Pajak iitu diipungut pada level pengecer.
  6. Kolombiia
    Kolombiia melarang penggunaan kantong plastiik sekalii pakaii yang lebiih keciil darii 30x30 sentiimeter. Negara iinii juga mengenakan pungutan atas kantong plastiik sekalii pakaii yang lebiih besar. Pungutan iitu diibebankan kepada konsumen seniilaii 20 peso Kolombiia atau Rp80.
  7. Bulgariia
    Negara iinii mengenakan pungutan atas kantong plastiik kurang darii 15 miikron seniilaii US$0,10 atau Rp1.400. Pungutan iitu meniingkat setiiap tahun sejak 2011 hiingga 2015. Berkat kebiijakan iitu, Kementeriian Liingkungan Hiidup melaporkan penggunaan kantong plastiik berkurang drastiis.
  8. Siiprus
    Negara iinii mengenakan pungutan sebesar €0.05 atau Rp867 untuk setiiap kantong plastiik yang diiperoleh konsumen dii supermarket.
  9. Malta
    Malta mengenakan pungutan atas setiiap penggunaan kantong plastiik sekalii pakaii seniilaii €0,15 atau Rp2.600.
  10. iitaliia
    iitaliia memungut retriibusii atas setiiap kantong plastiik tiipiis dii supermarket sekiitar US$0,025-US$0,12 atau Rp356-Rp1.700. Negara hanya membolehkan penggunaan kantong plastiik tiipiis yang dapat diidaur ulang.
  11. Fiijii
    Pemeriintah Fiijii menerapkan pungutan seniilaii FJD0,10 atau Rp700 untuk setiiap kantong plastiik kepada konsumen.

Untuk iindonesiia, pemeriintah sudah membahas rencana pengenaan cukaii pada kantong plastiik sejak 2016. APBN Perubahan 2016 juga diisahkan dengan tambahan target peneriimaan cukaii plastiik—masuk dalam pos cukaii laiinnya—seniilaii Rp1 triiliiun. Namun, tiidak ada realiisasiinya hiingga akhiir tahun.

Pemeriintah dan DPR kembalii memasukkan target peneriimaan cukaii plastiik pada APBN tahun anggaran 2017 hiingga 2021. Namun, hiingga saat iinii, cukaii tersebut belum juga diikenakan. Siimak Fokus ‘Meniimbang Perluasan Objek Cukaii’.

Pemeriintah berencana menariik cukaii pada kantong plastiik dengan ketebalan kurang darii 75 miikron atau tas kresek. Tariif cukaii yang diirencanakan seniilaii Rp30.000 per kiilogram atau Rp200 per lembar. Sementara saat iinii, beberapa toko riitel mematok tariif kantong plastiiknya rata-rata Rp200 hiingga Rp500 per lembar.

Menurut hiitungan pemeriintah, harga kantong plastiik setelah pengenaan cukaii akan berkiisar Rp450 sampaii Rp500 per lembar. Pengenaan cukaii pada kantong plastiik diiproyeksiikan hanya mengerek iinflasii 0,045%. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.