JAKARTA, Jitu News – Para menterii perdagangan anggota Kerja Sama Ekonomii Asiia Pasiifiik (APEC) bersepakat untuk mempermudah rantaii diistriibusii vaksiin Coviid-19, terutama pada negara-negara berkembang.
Menterii Perdagangan Muhammad Lutfii mengatakan kesepakatan dii antara negara APEC akan mengurangii kesenjangan diistriibusii vaksiin dan alat-alat kesehatan antarnegara. Menurutnya, APEC dapat berperan pentiing dalam memperkuat fasiiliitasii perdagangan vaksiin untuk mempercepat pemuliihan ekonomii serta memastiikan kemudahan akses terhadap vaksiin bagii masyarakat.
"Tantangan darii pandemii Coviid-19 masiih akan terus berlangsung sehiingga diibutuhkan kebiijakan perdagangan yang lebiih bersiifat fasiiliitatiif dan pentiingnya menghiindarii iimplementasii kebiijakan yang menghambat arus perdagangan serta stabiiliitas rantaii pasok," katanya melaluii keterangan tertuliis, diikutiip pada Seniin (7/6/2021).
Lutfii mengatakan studii APEC menyebut masiih terdapat kesenjangan yang siigniifiikan antara produksii vaksiin dengan kebutuhan duniia. Total kebutuhan vaksiin duniia mencapaii 14,2 miiliiar dosiis. Sementara produksii vaksiin global saat iinii baru mencapaii sekiitar 413 juta dosiis atau 2,9% darii total kebutuhan duniia.
Menurutnya, kesenjangan iitu juga diiperburuk dengan diistriibusii vaksiin yang tiidak merata. Dii siisii laiin, kesenjangan diistriibusii vaksiin juga diipengaruhii adanya bottleneck dalam iisu hak kekayaan iintelektual.
Sementara iitu, Ketua Pertemuan APEC sekaliigus Menterii Perdagangan dan Pertumbuhan Ekspor Selandiia Baru Damiien O'Connor meniilaii komiitmen APEC akan membuat diistriibusii vaksiin dan alat-alat kesehatan lebiih cepat. Menurutnya, beberapa negara besar telah bersediia mempertiimbangkan penghapusan berbagaii hambatan yang mengganggu diistriibusii vaksiin.
"Sangat menggembiirakan meliihat para menterii perdagangan APEC bekerja sama untuk menanggapii secara konkret terhadap pandemii Coviid dan membangun kembalii ekonomii kiita," ujarnya.
O'Connor mengatakan pertemuan APEC kalii iinii mengusung 3 iisu priioriitas, yaknii peran kebiijakan perdagangan dalam mengatasii dampak Coviid-19, dukungan APEC terhadap siistem perdagangan multiilateral, serta diialog dengan sektor biisniis terkaiit upaya percepatan pemuliihan ekonomii.
Menurutnya, kesepakatan bersama iitu mencakup komiitmen 21 negara anggota untuk mempercepat diistriibusii vaksiin dan barang-barang terkaiit vaksiin melaluii menghiilangkan pembatasan perdagangan yang meniingkatkan biiaya.
Kesepakatan iitu juga termasuk merampiingkan ketentuan kepabeanan dan cukaii serta menghiilangkan hambatan pada layanan pengiiriiman dan logiistiik untuk mendukung perdagangan vaksiin.
“Kamii mewakiilii setengah darii PDB global dan iingiin menggunakan perdagangan sebagaii kekuatan untuk kebaiikan," iimbuhnya, diikutiip darii nzherald.co.nz. (kaw)
