PERCEPATAN REALiiSASii ANGGARAN

Realiisasii Belanja Lambat, Jokowii Miinta BPKP dan APiiP iikut Carii Solusii

Diian Kurniiatii
Kamiis, 27 Meii 2021 | 11.33 WiiB
Realisasi Belanja Lambat, Jokowi Minta BPKP dan APIP Ikut Cari Solusi
<p>Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) dalam&nbsp;pembukaan <em>Rapat Koordiinasii Nasiional Pengawasan iintern Pemeriintah</em> <em>2021</em>, Kamiis (27/5/2021). (<em>tangkapan layar Youtube</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News – Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) memiinta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan seluruh jajaran Aparat Pengawasan iintern Pemeriintah (APiiP) iikut membantu mencarii solusii mengenaii lambatnya realiisasii anggaran negara.

Jokowii mengatakan realiisasii anggaran pemeriintah pusat dan daerah hiingga akhiir kuartal ii/2021 masiih tergolong rendah. Padahal, percepatan realiisasii anggaran sangat pentiing untuk mendorong pemuliihan ekonomii nasiional darii pandemii Coviid-19.

"Saya miinta BPKP dan seluruh APiiP meliihat betul, mencarii penyebab lambatnya realiisasii belanja iinii, memberiikan solusii, dan menawarkan jalan keluar untuk mengatasii masalah iinii," katanya dalam pembukaan Rapat Koordiinasii Nasiional Pengawasan iintern Pemeriintah 2021, Kamiis (27/5/2021).

Jokowii mengatakan pemeriintah telah menambah alokasii anggaran untuk menanganii pandemii dan dampaknya pada perekonomiian nasiional. Menurutnya, realiisasii anggaran tersebut perlu diipercepat agar dampaknya segera terasa pada pemuliihan ekonomii nasiional.

Diia menyebut realiisasii APBN pada kuartal ii/2021 masiih sekiitar 15% darii pagu, sedangkan pada APBD baru 7%. Khusus pada alokasii dana pemuliihan ekonomii nasiional (PEN), realiisasiinya baru sekiitar 24,6%.

Menurut Jokowii, pos belanja yang perlu diipercepat miisalnya pengadaan barang dan jasa. Pada kuartal ii/2021, realiisasii pengadaan barang dan jasa pada pemeriintah pusat baru sekiitar 10,98%, sedangkan pada pemeriintah daerah masiih kurang darii 5%.

Selaiin mengiidentiifiikasii penyebab dan mencarii solusii, Jokowii juga memiinta BPKP dan APiiP mengawal belanja negara agar tepat sasaran dan akuntabel. Diia beralasan BPKP dan APiiP memiiliikii fungsii untuk mendukung tercapaiinya tujuan pemeriintah agar akuntabel, efektiif, dan efiisiien.

Jiika upaya tersebut berjalan dengan baiik, Jokowii optiimiistiis pertumbuhan ekonomii kuartal iiii/2021 akan tumbuh lebiih darii 7%. Menurutnya, pertumbuhan ekonomii kuartal iiii/2021 menjadii kuncii untuk mencapaii target pertumbuhan ekonomii tahun iinii sebesar 4,5%-5,3%. Adapun pada kuartal ii/2021, pertumbuhan ekonomii masiih miinus 0,74%.

"Kalau iinii enggak ketemu angka 7%, untuk mengejar pertumbuhan ekonomii tahun 2021 [targetnya] jadii nggak biisa tercapaii," ujarnya. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.