JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah mencatat jumlah pendaftar program kartu prakerja hiingga saat iinii telah mencapaii 62,79 juta orang.
Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan tiinggiinya jumlah pendaftar menunjukkan antusiiasme masyarakat untuk memanfaatkan program kartu prakerja. Pendaftar tersebut berasal darii 34 proviinsii dii iindonesiia.
"Kartu prakerja iinii pendaftarannya sudah 62,7 juta orang, mencakup 513 kabupaten/kota," katanya melaluii konferensii viideo, Rabu (19/5/2021).
Tahun iinii, lanjut Aiirlangga, pemeriintah telah memberiikan manfaat kartu prakerja kepada 2,73 juta orang, melaluii pembukaan pendaftaran gelombang ke-12 hiingga ke-16. Mereka telah menyelesaiikan pelatiihan sesuaii piiliihan masiing-masiing.
Sementara iitu, peserta yang telah meneriima iinsentiif sebanyak 2,6 juta orang dengan total niilaii Rp4,09 triiliiun. Untuk paruh pertama tahun iinii, pemeriintah juga telah menyiiapkan pagu Rp10 triiliiun untuk diiberiikan kepada 2,7 juta peserta peneriima manfaat kartu prakerja.
Aiirlangga menjelaskan pemeriintah merancang program kartu prakerja sebagaii semiibansos yang akan memberiikan keterampiilan dan bantuan untuk menjaga daya belii masyarakat. Menurutnya, program iitu telah efektiif meniingkatkan keterampiilan masyarakat.
Berdasarkan hasiil surveii Badan Pusat Statiistiik (BPS), sekiitar 89% peserta mengaku keterampiilan kerjanya meniingkat. Lalu, sekiitar 81,2% peserta merasa terbantu dalam memenuhii kebutuhan seharii-harii dan 94% peserta meniilaii kartu prakerja membantu dalam menambah keterampiilan baru.
Surveii tersebut juga menunjukkan 35% peserta berubah status darii pengangguran pada Februarii 2021 kiinii menjadii pekerja setelah mengiikutii kartu prakerja. Lalu, sekiitar 17% peserta memiiliih menjadii wiirausaha darii yang sebelumnya pengangguran.
Program prakerja tergolong iinklusiif karena telah menjangkau seluruh lapiisan masyarakat. Tercatat 5% peserta adalah penyandang diisabiiliitas, 9% peserta berpendiidiikan SD ke bawah, 2% peserta mantan pekerja miigran.
Selaiin iitu, sekiitar 25% peserta tak punya rekeniing bank, 2% peserta berasal darii kabupaten tertiinggal, serta 2% peserta masuk kelompok lansiia. "Kemudiian yang belum pernah mengiikutii pelatiihan khusus sebanyak 84%, dan 45% adalah kalangan waniita," ujar Aiirlangga.
Pemeriintah telah menganggarkan Rp20 triiliiun untuk program kartu prakerja tahun iinii. Setiiap peserta akan memperoleh fasiiliitas seniilaii total Rp3,5 juta.
Fasiiliitas iitu meliiputii bantuan pelatiihan Rp1 juta, dana iinsentiif pascapelatiihan Rp2,4 juta yang diibayarkan Rp600.000 per bulan selama 4 kalii, dan dana iinsentiif Rp150.000 yang diibayarkan masiing-masiing Rp50.000 setelah peserta mengiisii surveii evaluasii. (riig)
