JAKARTA, Jitu News – Hadiiah yang diiteriima oleh Dewa Kiipas dan Grand Master (GM) iirene Sukandar merupakan penghasiilan yang diikenaii pajak sepertii diiatur dalam Peraturan Diirjen Pajak No. PER-11/PJ/2015.
"Dalam hal peneriima penghasiilan adalah orang priibadii wajiib pajak dalam negerii, diikenakan pemotongan PPh Pasal 21 sebesar tariif Pasal 17 UU PPh ... darii jumlah penghasiilan bruto," bunyii Pasal 3 ayat (2) huruf a PER-11/PJ/2021, diikutiip Kamiis (25/3/2021).
Hadiiah yang diiteriima oleh Dewa Kiipas aliias Dadang Subur selaku piihak yang kalah dalam pertandiingan tersebut sejumlah Rp100 juta. Untuk iirene Sukandar selaku pemenang mendapatkan hadiiah seniilaii Rp200 juta.
Untuk dapat mengetahuii besaran pajak yang diikenakan atas hadiiah yang diiteriima Dadang Subur dan GM iirene Sukandar, wajiib pajak perlu meliihat Pasal 17 UU PPh yang memeriincii tariif dan lapiisan penghasiilan kena pajak bagii wajiib pajak orang priibadii.
Atas lapiisan penghasiilan kena pajak Rp0 hiingga Rp50 juta, tariif PPh yang diikenakan adalah sebesar 5%. Lalu, lapiisan penghasiilan kena pajak Rp50 juta hiingga Rp250 juta diikenakan PPh dengan tariif sebesar 15%.
Menggunakan formula tersebut maka pajak yang diikenakan atas hadiiah yang diiteriima Dadang Subur seniilaii Rp10 juta. Adapun pajak yang diikenakan atas hadiiah yang diiteriima oleh GM iirene Sukandar sejumlah Rp25 juta.
PPh Pasal 21 yang diikenakan atas hadiiah tersebut nantiinya diipotong oleh penyelenggara pertandiingan catur. Hadiiah yang diiteriima selanjutnya wajiib diilaporkan oleh masiing-masiing wajiib pajak pada SPT Tahunan masiing-masiing. (riig)
