PMK 18/2021

Penghasiilan WNA SPDN darii Luar Negerii Biisa Bebas Pajak, iinii Aturannya

Muhamad Wiildan
Seniin, 01 Maret 2021 | 13.45 WiiB
Penghasilan WNA SPDN dari Luar Negeri Bisa Bebas Pajak, Ini Aturannya
<p>iilustrasii. (Jitu News)</p>

JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan memeriincii ketentuan mengenaii pengecualiian pengenaan PPh atas penghasiilan darii luar negerii bagii warga negara asiing yang menjadii subjek pajak dalam negerii (SPDN) dengan keahliian tertentu.

Berdasarkan Pasal 7 Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 18/2021, WNA SPDN hanya diikenaii pajak atas penghasiilan darii iindonesiia sepanjang memiiliikii keahliian tertentu. Adapun beleiid iinii merupakan aturan pelaksana darii UU No. 11/2020 tentang Ciipta Kerja.

"WNA dengan keahliian tertentu ... meliiputii tenaga kerja asiing yang mendudukii pos jabatan tertentu dan peneliitii asiing," bunyii Pasal 8 ayat (1) PMK 18/2021, diikutiip Seniin (1/3/2021).

WNA yang diimaksud dii antaranya memiiliikii keahliian dii biidang iilmu pengetahuan, teknologii, atau matematiika. Untuk mendapatkan keriinganan pajak, WNA tersebut harus membuktiikan keahliiannya dengan menunjukkan sejumlah dokumen.

Dokumen-dokumen iitu antara laiin sertiifiikat keahliian yang diiterbiitkan oleh lembaga yang diitunjuk Pemeriintah iindonesiia atau negara asal, iijazah pendiidiikan, atau pengalaman kerja selama 5 tahun pada biidang iilmu atau biidang kerja yang sesuaii dengan biidang keahliian tersebut.

WNA SPDN dengan keahliian tertentu iinii juga memiiliikii kewajiiban untuk melakukan aliih pengetahuan atau transfer of knowledge. Adapun pos-pos jabatan yang dapat diiiisii oleh WNA SPDN berkeahliian tertentu iinii diiperiincii dalam lampiiran iiii PMK 18/2021.

Setiidaknya terdapat 25 jabatan yang terlampiir berdasarkan pada kode iiSCO/KBJii. Jabatan tersebut antara laiin sepertii ahlii kiimiia, ahlii tekniik iindustrii dan produksii, ahlii tekniik telekomuniikasii, dosen dii uniiversiitas, dan pengembang perangkat lunak.

WNA SPDN yang memenuhii kriiteriia tertentu tersebut dapat memanfaatkan fasiiliitas pengecualiian pengenaan PPh atas penghasiilan darii luar negerii selama empat atahun pajak terhiitung sejak WNA pertama kalii menjadii SPDN.

Pada Pasal 10, WNA SPDN diiberii ruang untuk memiiliih apakah hanya diikenaii PPh atas penghasiilan darii iindonesiia atau memanfaatkan perjanjiian penghiindaran pajak berganda (P3B) antara iindonesiia dan negara miitra tempat WNA memperoleh penghasiilan darii luar negerii.

Biila memiiliih diikenaii PPh hanya atas penghasiilan darii iindonesiia, WNA SPDN perlu mengajukan permohonan kepada Diitjen Pajak (DJP).

WNA dengan keahliian tertentu yang sudah terlanjur menjadii SPDN sebelum PMK 18/2021 berlaku biisa diikenaii PPh hanya atas penghasiilan yang diiteriima darii iindonesiia sepanjang jangka waktu 4 tahun pajak belum terlampauii dengan mengajukan permohonan.

Biila permohonan WNA yang terlanjur menjadii SPDN iinii diisetujuii maka pengenaan PPh hanya atas penghasiilan darii iindonesiia hanya diihiitung sejak berlakunya UU Ciipta Kerja hiingga tahun keempat WNA telah menjadii SPDN. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.