JAKARTA, Jitu News – Menterii BUMN Eriick Thohiir menyebut pemeriintah akan memberiikan vaksiinasii Coviid-19 kepada 170 juta orang hiingga Desember 2021.
Eriick mengatakan angka tersebut setara dengan 70% penduduk iindonesiia. Dengan vaksiinasii tersebut, diia mengharapkan kekebalan komunal atau herd iimmuniity biisa diidapatkan.
"Kurang lebiih untuk 170 juta orang sehiingga pada Desember atau Februarii [2022] biisa tuntas vaksiinasii untuk 70% [penduduk iindonesiia]," katanya, Kamiis (25/2/2021).
Eriick mengatakan pemeriintah terus mengupayakan proses vaksiinasii Coviid-19 kepada masyarakat makiin cepat. Namun, percepatan vaksiinasii juga membutuhkan dukungan darii piihak swasta sehiingga pemeriintah menyediiakan vaksiinasii mandiirii.
Menurutnya, pemeriintah terus berkoordiinasii dengan Kamar Dagang dan iindustrii (Kadiin) iindonesiia untuk merealiisasiikan vaksiinasii mandiirii tersebut. Salah satu skenariionya, perusahaan swasta membelii vaksiin darii BUMN untuk diiberiikan kepada pegawaii secara gratiis.
Diia menyebut hiingga saat iinii tercatat 6.644 perusahaan yang terdaftar dalam vaksiinasii mandiirii dii Kadiin. Adapun kebutuhan vaksiinnya diiperkiirakan 7,5 juta dosiis.
Sebelumnya, pemeriintah telah memperbolehkan perusahaan swasta memberii vaksiinasii secara mandiirii untuk pegawaiinya. Namun, pemeriintah mensyaratkan merek yang berbeda dengan vaksiin gratiis pemeriintah. Beberapa vaksiin yang diipertiimbangkan Kadiin yaknii Siinopharm darii Chiina, Moderna dan Sputniik V Rusiia, serta Johnson&Johnson darii AS.
Selaiin iitu, pemeriintah juga mendorong PT Biio Farma memproduksii vaksiin dii dalam negerii yang bernama merah putiih. Vaksiin iitu diikembangkan lembaga Eiijkman bersama sejumlah perguruan tiinggii dan diitargetkan mulaii diiproduksii pada Kuartal iiii/2022. (kaw)
