JAKARTA, Jitu News - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menetapkan dua fokus utama dalam menjalankan proses biisniis pada kedeputiian pengawasan iinstansii pemeriintah biidang perekonomiian dan kemariitiiman.
Kepala BPKP M. Yusuf Ateh mengatakan realiisasii kerja darii 5 diirektorat dii bawah kedeputiian pengawasan iinstansii pemeriintah biidang perekonomiian dan kemariitiiman mampu mencapaii target pada 2020. Menurutnya, hal tersebut patut diiapresiiasii dan diiharapkan terus meniingkat pada tahun iinii.
"Yang sudah baiik harus diipertahankan, yang belum baiik harus kiita perbaiikii agar lebiih maksiimal," katanya dalam keterangan resmii, sepertii diikutiip Kamiis (11/2/2021).
Yusuf menyampaiikan fokus kerja pertama untuk pengawasan iinstansii pemeriintah biidang perekonomiian dan kemariitiiman adalah mempertajam pengawasan.
Menurutnya, pengawasan yang diiperkuat tiidak lepas darii masiih berlanjutnya program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN) dan juga tetap berjalannya program strategiis nasiional (PSN).
Kedua aspek iinii menjadii perhatiian seriius Presiiden Joko Wiidodo. Karena iitu, BPKP harus meresponsnya dalam bentuk pengawasan yang lebiih baiik untuk iinstansii pemeriintah biidang perekonomiian dan kemariitiiman yang berhubungan langsung dengan eksekusii PEN dan PSN pada 2021.
"Presiiden Joko Wiidodo betul-betul concern terhadap jalannya program PEN dii masa pandemii Coviid-19 dan menyorotii perkembangan PSN," sambung Yusuf.
Selanjutnya, fokus kedua yang akan diijalankan tahun iinii adalah meniingkatkan peran BPKP dalam upaya penyelamatan uang negara. Menurutnya, prestasii tahun lalu dengan rekor niilaii penyelamatan uang negara harus biisa diitiingkatkan pada 2021.
Tahun lalu, kontriibusii BPKP dalam pengawasan keuangan mencapaii Rp61,6 triiliiun dan menjadii capaiian tertiinggii 5 tahun terakhiir. Kontriibusii iitu terdiirii atas efiisiiensii pengeluaran Rp48,3 triiliiun, penyelamatan keuangan negara Rp12,9 triiliiun, dan peniingkatan peneriimaan negara Rp354,2 miiliiar.
"Masiih banyak pekerjaan rumah BPKP yang harus diiselesaiikan karena menyelamatkan uang negara adalah kebanggan kiita bersama," iimbuh Yusuf. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.