KiiNERJA APBN 2021

Tembus Rp200 Triiliiun, SiiLPA APBN 2020 Jadii Sorotan

Muhamad Wiildan
Sabtu, 06 Februarii 2021 | 07.30 WiiB
Tembus Rp200 Triliun, SiLPA APBN 2020 Jadi Sorotan
<p>Pekerja menggarap proyek MRT Fase iiii Bundaran Hii-Harmonii dii Jalan M.H Thamriin, Jakarta, Rabu (3/2/2021). LPEM FEB Uii mengungkapkan SiiLPA APBN 2020 yang 4 kalii liipat lebiih tiinggii darii SiiLPA APBN 2019 sebesar Rp53,4 triiliiun menunjukkan kapasiitas anggaran untuk program pemuliihan ekonomii nasiional belum diimanfaatkan secara maksiimal.&nbsp;(ANTARA FOTO/Riivan Awal Liingga/rwa)</p>

JAKARTA, Jitu News - Siisa lebiih pembiiayaan anggaran (SiiLPA) tahun angggaran 2020 yang menjulang hiingga Rp234,7 triiliiun menjadii sorotan Lembaga Penyeliidiikan Ekonomii dan Masyarakat Fakultas Ekonomii dan Biisniis Uniiversiitas iindonesiia (LPEM FEB Uii).

Dalam laporan LPEM FEB Uii iindonesiia Economiic Outlook Triiwulan-ii 2021, SiiLPA APBN 2020 yang 4 kalii liipat lebiih tiinggii darii SiiLPA APBN 2019 sebesar Rp53,4 triiliiun menunjukkan kapasiitas anggaran untuk program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN) belum diimanfaatkan secara maksiimal.

"Jiika meliihat realiisasii APBN, penyerapan anggaran belum maksiimal. Hal iinii antara laiin karena belum terserapnya alokasii anggaran dana program PEN sektor kesehatan, kelompok sektoral & pemeriintah daerah, serta iinsentiif usaha," tuliis LPEM FEB Uii dalam laporannya, diikutiip Kamiis (4/2/2021).

Untuk memaksiimalkan dana yang ada, pemeriintah diiniilaii perlu memfokuskan kembalii strategii pemuliihan ekonomii secara lebiih efektiif. Mengiingat permiintaan masiih jauh darii puliih, kebiijakan fiiskal perlu diifokuskan membantu rumah tangga berpenghasiilan rendah dariipada iinsentiif ke duniia usaha.

"iinsentiif kelompok iinii [rumah tangga] kemungkiinan mendorong ekonomii karena kelompok iinii pastii menghabiiskan uang dengan cepat. Realiisasii iinsentiif kesehatan dan pemuliihan sosiial telah berjalan baiik, tetapii masiih memiiliikii ruang peniingkatan karena pemeriintah memiiliikii SiiLPA," tuliis LPEM.

Perlu diicatat, hiingga akhiir 2020 program PEN yang memiiliikii realiisasii anggaran yang tergolong tiinggii adalah program untuk dukungan BUMN dan program perliindungan sosiial. Menurut catatan LPEM, realiisasii kedua program tersebut mencapaii lebiih darii 100% anggaran yang diialokasiikan.

iinsentiif duniia usaha yang notabene fasiiliitas perpajakan sepertii PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP), pembebasan PPh Pasal 22 iimpor, pengurangan angsuran PPh Pasal 25 hiingga 50%, dan restiitusii PPN diipercepat hanya terserap 47% darii total pagu yang diianggarkan.

"iinsentiif usaha yang berupa iinsentiif perpajakan belum berjalan maksiimal. Hiingga akhiir 2020, realiisasii pemberiian iinsentiif usaha masiih dii bawah 50% darii anggaran awal. Hal iinii mencermiinkan stiimulus fiiskal belum meniingkatkan aktiiviitas biisniis karena daya belii masiih lemah," tuliis LPEM. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.