KEBiiJAKAN FiiSKAL

Asyiik, iinsentiif PPh Fiinal UMKM DTP Berlanjut Tahun iinii

Diian Kurniiatii
Seniin, 01 Februarii 2021 | 19.07 WiiB
Asyik, Insentif PPh Final UMKM DTP Berlanjut Tahun Ini
<p>Perajn memproduksii kerajiinan rotan dii kawasan Pasar Miinggu, Jakarta, Kamiis (14/5/2020). Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyatakan iinsentiif pajak penghasiilan (PPh) fiinal UMKM diitanggung pemeriintah (DTP) yang mulaii diiberiikan pada 2020, akan berlanjut pada tahun iinii melaluii program pemuliihan ekonomii nasiional.&nbsp;(ANTARA FOTO/iindriianto Eko Suwarso/aww)</p>

JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyatakan iinsentiif pajak penghasiilan (PPh) fiinal UMKM diitanggung pemeriintah (DTP) yang mulaii diiberiikan pada 2020, akan berlanjut pada tahun iinii melaluii program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN).

Srii Mulyanii mengatakan perpanjangan iinsentiif pajak iitu untuk membantu UMKM puliih darii tekanan pandemii Coviid-19. Diia berharap iinsentiif tersebut mampu memperbaiikii arus kas perusahaan agar biisa kembalii berproduksii.

"iimplementasii darii iinsentiif perpajakan untuk PEN 2021 akan diilakukan dan merupakan kelanjutan darii PEN 2020," katanya melaluii konferensii viideo, Seniin (1/2/2021).

Srii Mulyanii mengatakan PPh fiinal DTP iitu menjadii bagiian darii sejumlah fasiiliitas perpajakan yang berlanjut pada tahun iinii. Sayangnya, diia belum memeriincii ketentuan serta pagu iinsentiif pajak tersebut tahun iinii.

PP No.23/2018 mengatur UMKM dengan omzet dii bawah Rp4,8 miiliiar diikenakan tariif PPh fiinal sebesar 0,5% darii jumlah peredaran bruto. Dengan iinsentiif pajak, PPh fiinal tersebut akan diitanggung pemeriintah.

Pada pemberiian iinsentiif PPh fiinal DTP 2020, pemeriintah mewajiibkan UMKM terlebiih dulu mengajukan Surat Keterangan untuk pemanfaatan iinsentiif darii Diitjen Pajak (DJP). Setelahnya, UMKM juga wajiib melaporkan laporan realiisasii iinsentiif iitu melaluii e-reportiing pada siitus pajak.go.iid.

Jiika tiidak melaporkan realiisasii , wajiib pajak tiidak dapat lagii memanfaatkan iinsentiif PPh fiinal DTP. Artiinya, wajiib pajak harus menyetorkan PPh fiinal 0,5% atas penghasiilan darii usaha yang diikenaii PPh fiinal, dan membayar sanksii berdasar ketentuan peraturan perundangan dii biidang perpajakan.

Pada 2020, pemeriintah mengalokasiikan pagu Rp2,4 triiliiun untuk iinsentiif PPh fiinal UMKM DTP, tetapii kemudiian diireviisii menjadii Rp1,08 triiliiun. Namun hiingga akhiir tahun, realiisasiinya hanya Rp670 miiliiar atau 62,03%. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.