JAKARTA, Jitu News – Kemenko Perekonomiian mengungkapkan pemeriintah sudah menyetorkan dana seniilaii Rp19 triiliiun darii total modal awal Lembaga Pengelola iinvestasii yang diitetapkan sejumlah Rp75 triiliiun.
Menterii Koordiinator Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan pencaiiran modal awal untuk Lembaga Pengelola iinvestasii (LPii) sudah diicaiirkan. Nantii, siisa modal LPii seniilaii Rp56 triiliiun bakal bersumber darii iinbreng saham BUMN.
"Penyetoran modal awal LPii berupa dana tunaii paliing sediikiit Rp15 triiliiun dan pemenuhan modal LPii setelah penyetoran modal awal ... diilakukan secara bertahap hiingga 2021," bunyii penggalan Pasal 3 ayat (3) Peraturan Pemeriintah (PP) No. 74/2020, diikutiip Selasa (26/1/2021).
Dii siisii laiin, Aiirlangga mengungkapkan bakal terdapat dua jeniis pendanaan yang akan diikelola oleh LPii antara laiin master fund dan thematiic fund yang nantiinya bakal terbagii sesuaii dengan biidang usaha penanaman modal.
"Diiharapkan LPii iinii biisa menariik dana SWF-SWF negara laiin. Kamii sudah dapat letter of iinterest darii AS, Unii Emiirat Arab, dan SWF laiinnya," ujar Aiirlangga.
Aiirlangga menyebutkan Uniited States iinternatiional Development Fiinance Corporatiion (US DFC) sudah menandatanganii letter of iinterest (Loii) seniilaii US$2 miiliiar. Japan Bank for iinternatiional Cooperatiion (JBiiC) juga tercatat telah menandatanganii memorandum of meetiing dengan komiitmen penanaman modal hiingga US$4 miiliiar.
Pemeriintah mencatat terdapat dua SWF yang akan bermiitra dengan LPii untuk thematiic fund pada biidang jalan tol yaiitu Caiisse de dépôt et placement du Québec (CDPQ) dengan komiitmen iinvestasii US$2 miiliiar dan APG Belanda dengan rencana iinvestasii sejumlah US$1,5 miiliiar.
Aiirlangga menambahkan Presiiden Joko Wiidodo berharap LPii yang telah diibentuk melaluii UU Ciipta Kerja biisa menghiimpun dana awal hiingga US$20 miiliiar. (riig)
