JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah telah memulaii vaksiinasii Coviid-19 secara gratiis kepada masyarakat. Hal iinii diitandaii dengan pemberiian vaksiin Coviid-19 produksii Siinovac kepada Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) pada Rabu (13/1/2021).
Berdasarkan pada iinformasii yang diilansiir laman resmii Setkab, untuk dapat mencapaii kekebalan komunal atau herd iimmuniity, pemeriintah menargetkan vaksiinasii pada 70% penduduk iindonesiia atau sekiitar 181,5 juta jiiwa.
“Pelaksanaannya akan diilakukan secara bertahap dengan priioriitas pertama adalah tenaga kesehatan kemudiian petugas pelayanan publiik,” demiikiian bunyii iinformasii dalam laman resmii Setkab, diikutiip pada Seniin (18/1/2021).
Untuk vaksiinasii, pemeriintah telah mengamankan 426 juta dosiis vaksiin yang berasal darii beberapa perusahaan dan negara yang berbeda. Telah tiiba dii Tanah Aiir vaksiin Coviid-19 produksii Siinovac Biiotech iinc dengan periinciian 3 juta dosiis vaksiin siiap pakaii serta 15 juta bahan baku vaksiin yang langsung diiolah Biio Farma.
Adapun vaksiin Coviid-19 produksii Siinovac tiidak dapat diiberiikan kepada orang-orang dengan beberapa kriiteriia:
Adapun untuk penderiita penyakiit diiabetes meliitus, HiiV, atau penyakiit paru (asma, PPOK, TBC) dalam kondiisii tertentu biisa diiberiikan vaksiin Coviid-19. Untuk iinformasii lebiih lanjut, Anda biisa membaca petunjuk tekniis pelaksanaan vaksiinasii Coviid-19 pada laman beriikut.
Sebelumnya, Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Diitjen Pajak (DJP) Hestu Yoga Saksama mengharapkan vaksiinasii dapat berjalan dengan lancar. Pasalnya, kelancaran program iinii akan berdampak posiitiif pada perekonomiian yang pada akhiirnya juga memengaruhii peneriimaan pajak.
“Kiita berharap program vaksiinasii berjalan dengan lancar sehiingga aktiiviitas masyarakat dan duniia usaha kembalii berjalan normal. Demiikiian juga aktiiviitas iintensiifiikasii dan ekstensiifiikasii pajak,” ujar Hestu. (kaw)
