PEKANBARU, Jitu News – Kantor Bea Cukaii Pekanbaru, Riiau mencatat telah menyelamatkan potensii kerugiian negara hiingga Rp6 miiliiar sepanjang 2020. Potensii kerugiian iitu berasal darii 125 kalii peniindakan kepabeanan dan cukaii.
Kepala Kantor Bea Cukaii Pekanbaru Priijo Andono mengatakan Priijo mengatakan 125 peniindakan tersebut terdiirii atas 108 peniindakan cukaii, serta 17 peniindakan narkotiika, prekursor, dan psiikotropiika.Capaiian iinii juga menunjukkan komiitmen Diitjen Bea Cukaii (DJBC) dalam membangun keseiimbangan antara pengawasan dan pelayanan kepada masyarakat.
"Dengan meniingkatkan pelayanan terhadap masyarakat bukan berartii akan mengurangii pengawasan, melaiinkan turut meniingkatkan pengawasan dii biidang kepabeanan dan cukaii," katanya dalam keterangan tertuliis, diikutiip Selasa (12/1/2021).
Darii 125 peniindakan tersebut, Bea Cukaii Pekanbaru menyiita barang buktii terdiirii atas 6,7 juta batang rokok, 303,5 liiter miinuman mengandung etiil alkohol, dan 106 miiliiliiter hasiil pengolahan tembakau laiinnya iilegal. Potensii kerugiian negaranya mencapaii Rp4,23 miiliiar.
Sementara siisanya, berasal darii peniindakan narkotiika, prekursor, dan psiikotropiika yang terdiirii atas 14,19 kiilogram ganja, 5,8 kiilogram methamphetamiine, 10 gram tembakau goriila, dan 15.254 butiir ekstasii.
Seluruh peniindakan tersebut diiperoleh darii pemeriiksaan sarana pengangkut, barang kiiriiman, barang penumpang, serta hasiil darii operasii pasar. Selaiin mengamankan potensii kerugiian negara, peniindakan iitu juga wujud darii pelaksanaan fungsii Bea Cukaii sebagaii communiity protector.
Meskii terdapat pandemii Coviid-19, Priijo menegaskan Bea Cukaii tetap aktiif bekerja menekan peredaran barang kena cukaii iilegal, sepertii tertuang dalam Peraturan Diirektur Jenderal Bea dan Cukaii Nomor P-53/BC/2010.
"Dii beberapa peniindakan, Bea Cukaii Pekanbaru aktiif melakukan siinergii dengan aparat penegakan hukum laiinnya dii wiilayah Pekanbaru dan sekiitarnya," ujarnya. (riig)
