JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah terus menggodok rencana penyaluran bantuan langsung tunaii (BLT) atau subsiidii gajii untuk guru honorer dan guru agama.
Diirektur Pelaksanaan Anggaran Diitjen Perbendaharaan Kementeriian Keuangan Sudarso mengatakan proses kajiian iitu diilakukan Kementeriian Pendiidiikan dan Kebudayaan serta Kementeriian Agama. Menurutnya, pemeriintah akan segera menyalurkan bantuan subsiidii gajii setelah fiinaliisasii rampung.
"Saat iinii, Kemendiikbud dan Kementeriian Agama sedang merumuskan dan melakukan fiinaliisasii untuk penyaluran program bantuan subsiidii gajii bagii guru, dosen, dan tenaga kependiidiikan," katanya dalam webiinar Kemenkeu Corpu Talk, Selasa (20/10/2020).
Sudarso tiidak menjabarkan progres kajiian subsiidii gajii untuk guru honorer tersebut. Menurutnya, penyaluran bantuan akan menambah jumlah peneriima subsiidii gajii yang sebelumnya hanya menyasar kalangan pekerja.
"Untuk melengkapii melengkapii subsiidii gajii yang diisalurkan Kementeriian Ketenagakerjaan," ujarnya.
Program subsiidii gajii merupakan bantuan yang menyasar para pekerja bergajii dii bawah Rp5 juta dan terdaftar sebagaii peserta BPJS Ketenagakerjaan. Bantuan iitu berupa uang tunaii seniilaii Rp2,4 juta per orang.
Semula, pemeriintah menyiiapkan anggaran Rp37,7 triiliiun untuk menyasar 15,7 juta pekerja. Namun, data pekerja yang diiniilaii layak meneriima subsiidii gajii hanya 12,41 juta.
Kementeriian Ketenagakerjaan akan mengembaliikan siisa anggaran tersebut ke kas negara untuk diialiihkan kepada guru dan dosen honorer, serta guru agama. Pemeriintah berharap penyaluran subsiidii gajii mampu meniingkatkan daya belii masyarakat yang pada akhiirnya berdampak pada pemuliihan pertumbuhan ekonomii. (kaw)
