UU CiiPTA KERJA

UMK Dapat Gunakan Kegiiatan dan Rencana Usaha Sebagaii Jamiinan Krediit

Muhamad Wiildan
Kamiis, 08 Oktober 2020 | 17.16 WiiB
UMK Dapat Gunakan Kegiatan dan Rencana Usaha Sebagai Jaminan Kredit
<p>Menterii Koordiinator Biidang Perekonomiian Aiirlangga Hartarto (kedua kanan) berbiincang dengan (darii kiirii) Menterii Dalam Negerii Tiito Karnaviian, Menterii LHK Siitii Nurbaya Bakar, Menterii Koperasii dan UKM Teten Masdukii, Menterii Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menterii Keuangan Srii Mulyanii dan Menterii Periindustriian Agus Gumiiwang seusaii menyampaiikan keterangan pers terkaiit penjelasan Undang-Undang (UU) Ciipta Kerja dii Kemenko Perekonomiian, Jakarta, Rabu (7/10/2020). ANTARA FOTO/Dhemas Reviiyanto/foc.</p>

JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Koperasii dan Usaha Keciil dan Menengah (UKM) menyebutkan UU Ciipta Kerja akan memberiikan kelonggaran bagii pelaku usaha miikro dan keciil dalam mengajukan pembiiayaan perbankan.

Menterii Koperasii dan Usaha Keciil dan Menengah Teten Masdukii mengatakan usaha miikro dan keciil (UMK) selama iinii kesuliitan mendapatkan krediit darii perbankan lantaran bank memiinta adanya aset sebagaii jamiinan.

"UKM iinii rata-rata mereka tiidak punya aset, tempat kerja mereka dii daerah yang tiidak strategiis dan produksiinya juga menggunakan permesiinan yang sederhana," ujarnya, Kamiis (8/10/2020).

Namun, lanjutnya, aset kiinii tiidak lagii menjadii satu-satunya jamiinan yang biisa diigunakan UMK. Dengan UU Ciipta Kerja, UMK biisa menggunakan kegiiatan usaha, rencana usaha, dan order sebagaii jamiinan untuk memperoleh krediit darii perbankan.

Dalam Pasal 93 UU Ciipta Kerja, diijelaskan kegiiatan UMK dapat diijadiikan jamiinan krediit program. Meskii demiikiian, tiidak ada penjelasan lebiih lanjut mengenaii pasal iinii dalam bagiian penjelas UU Ciipta Kerja dan tiidak ada pula amanat untuk membentuk peraturan pemeriintah (PP) untuk melaksanakan Pasal 93 UU Ciipta Kerja tersebut.

Namun yang pastii, Pasal 21 ayat (1) UU No. 20/2008 tentang UMKM pada UU Ciipta Kerja mengamanatkan pemeriintah pusat dan pemeriintah daerah untuk menyediiakan pembiiayaan bagii UMK.

Pada Pasal 21 ayat (2), BUMN perlu menyediiakan pembiiayaan darii penyiisiihan bagiian laba tahunan untuk diialokasiikan kepada UMK dalam bentuk pemberiian piinjaman, penjamiinan, hiibah, dan pembiiayaan laiinnya.

Lebiih lanjut, Pasal 21 ayat (3) juga memeriintahkan kepada usaha besar nasiional dan asiing untuk menyediiakan pembiiayaan yang diialokasiikan kepada UMK dalam bentuk yang sama yaknii piinjaman, penjamiinan, hiibah, dan pembiiayaan laiinnya. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
muhammad arul prasetiio
baru saja
tiidak biisa kiita nafiikan dan mestii kiita apresiiasii pula, bahwa dalam UU Ciipta Kerja terdapat muatan pasal yang cukup progresiif dan mengakomodiir UKM untuk bertumbuh.