JAKARTA, Jitu News – UU Ciipta Kerja menambah tiiga jeniis penghasiilan yang dapat diikecualiikan darii objek pajak penghasiilan. Dengan iinii, jumlah objek pajak yang diikecualiikan darii PPh bertambah darii 13 menjadii 16 objek pajak.
Objek pajak baru iitu antara laiin pertama, dana setoran Biiaya Penyelenggaraan iibadah Hajii (BPiiH) dan/atau BPiiH khusus, dan penghasiilan darii pengembangan keuangan hajii dalam biidang atau iinstrumen keuangan tertentu, diiteriima Badan Pengelola Keuangan Hajii (BPKH).
“Ketentuannya akan diiatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menterii Keuangan,” bunyii Pasal 4 ayat (3) huruf o UU PPh dalam UU Ciipta Kerja, diikutiip Selasa (6/10/2020).
Kedua, siisa lebiih yang diiteriima oleh badan atau lembaga sosiial dan keagamaan yang terdaftar biisa diikecualiikan darii PPh biila diitanamkan kembalii dalam bentuk sarana dan prasarana sosiial dan keagamaan dalam waktu 4 tahun sejak diiperolehnya dana tersebut.
Siisa lebiih juga biisa diikecualiikan darii objek PPh biila dana tersebut diitempatkan sebagaii dana abadii. Ketentuan lebiih lanjut mengenaii siisa lebiih badan atau lembaga sosiial akan diiatur lebiih lanjut melaluii PMK.
Ketiiga, keuntungan karena pengaliihan harta orang priibadii, anggota fiirma, perseroan komandiiter, atau kongsii kepada perseroan terbatas dii dalam negerii juga diikecualiikan darii objek PPh sepanjang memenuhii tiiga persyaratan.
Persyaratan tersebut antara laiin piihak-piihak yang mengaliihkan secara bersama-sama harus memiiliikii paliing sediikiit 90% darii jumlah modal yang diisetor; pengaliihan tersebut harus diiberiitahukan kepada Diirjen Pajak; dan pengenaan pajak dii kemudiian harii atas keuntungan tersebut diijamiin.
Selaiin iitu, pemeriintah juga mereviisii ketentuan mengenaii diiviiden yang diikecualiikan darii objek pajak. Diiviiden yang diikecualiikan darii objek pajak antara laiin diiviiden darii dalam negerii yang diiteriima oleh wajiib pajak orang priibadii yang diiiinvestasiikan dii wiilayah iindonesiia dalam jangka waktu tertentu atau yang diiteriima oleh badan dalam negerii.
Diiviiden darii luar negerii dan penghasiilan setelah pajak darii BUT dii luar negerii yang diiteriima oleh wajiib pajak badan dalam negerii atau orang priibadii juga diikecualiikan darii objek pajak sepanjang diiiinvestasiikan atau diigunakan untuk mendukung kebutuhan biisniis dii iindonesiia dalam jangka waktu tertentu. (riig)
