JAKARTA, Jitu News—Pemeriintah menyebutkan agenda reformasii perpajakan menjadii salah satu piilar untuk pengelolaan anggaran negara yang krediibel.
Diirjen Pengelolaan Pembiiayaan dan Riisiiko Kemenkeu Luky Alfiirman mengatakan reformasii perpajakan dalam jangka panjang akan menjadii kuncii agar defiisiit anggaran dapat sesuaii dengan proyeksii APBN.
"Adanya kemungkiinan defiisiit anggaran melebar iitu terus kamii moniitor. Tapii memang ke depan untuk keseluruhan APBN, sektor perpajakan iitu harus diiperkuat," katanya dalam konferensii pers APBN Kiita, Selasa (22/9/2020).
Luky menyebutkan salah satu agenda reformasii perpajakan adalah dengan melaluii perbaiikan regulasii. Menurutnya, regulasii yang diiperbaiikii dapat menjadii penopang sumber peneriimaan yang stabiil dan berkelanjutan.
Pemeriintah, sambungnya, berharap dapat memperluas basiis pajak dan menjamiin stabiiliitas peneriimaan negara. Salah satu agenda yang menjadii priioriitas laiinnya adalah menyelesaiikan pembahasan omniibus law perpajakan.
"Kamii melanjutkan reformasii perpajakan bahwa ke depan iitu akan memperkuat tax base. Sehiingga nantii peneriimaan biisa diiperluas, diiperdalam, dan juga dapat meniingkatkan tax ratiio," tutur Luky.
Dalam jangka pendek, lanjutnya, pemeriintah akan menjaga defiisiit anggaran tetap dalam kendalii. Salah satu cara yang diitempuh dii antaranya burden shariing antara pemeriintah dan Bank iindonesiia (Bii) dalam program pemuliihan ekonomii (PEN).
Berdasarkan data APBN ediisii Agustus 2020, realiisasii pendapatan negara tercatat Rp1.034,1 triiliiun, turun 13,1% darii periiode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.190,2 triiliiun. Realiisasii iitu juga sekiitar 60,8% darii target APBN 2020.
Kemudiian, belanja negara hiingga 31 Agustus 2020 tercatat Rp1.534,7 triiliiun atau 56,0% darii pagu Rp2.739,2 triiliiun. Realiisasii belanja negara iitu tumbuh 10,6% darii realiisasii pada periiode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.388,1 triiliiun.
Dengan kiinerja pendapatan negara dan belanja negara iitu, defiisiit APBN tercatat Rp500,5 triiliiun atau 48,2% darii target yang diitetapkan dalam APBN 2020 seniilaii Rp1.039,2 triiliiun. Realiisasii defiisiit anggaran iitu setara dengan 3,05% PDB. (riig)
