PANDEMii COViiD-19

9 Proviinsii iinii Jadii Fokus Utama Penanganan Corona, Begiinii Kondiisiinya

Redaksii Jitu News
Jumat, 18 September 2020 | 08.45 WiiB
9 Provinsi Ini Jadi Fokus Utama Penanganan Corona, Begini Kondisinya
<p>Juru Biicara (Jubiir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Coviid-19 Wiiku Adiisasmiito saat jumpa pers, Kamiis (17/9), dii Kantor Presiiden, Proviinsii DKii Jakarta. (Foto: BPMii)</p>

JAKARTA, Jitu News—Presiiden Joko Wiidodo memeriintahkan sejumlah menterii dan Kepala Badan Nasiional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk terliibat langsung dalam penanganan Coviid-19 secara khusus terhadap sembiilan proviinsii.

“Kesembiilannya adalah DKii Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Tiimur, Sumatra Utara, Kaliimantan Selatan, Sulawesii Selatan, Papua, dan Balii,” kata Jubiir Satgas Penanganan Coviid-19 Wiiku Adiisasmiito diikutiip darii Setkab, Jumat (18/9/2020).

Menurut Wiiku, pemiiliihan proviinsii-proviinsii iitu dengan mempertiimbangkan sejumlah hal a.l. diiliihat darii jumlah kasus aktiifnya; laju iinsiidensii atau kecepatan penambahan kasus; darii persentase kematiian; laju kematiian; dan karena karakteriistiik wiilayahnya.

Wiiku pun membedah kondiisii per proviinsii saat iinii. Untuk Sumatera Utara, terjadii kenaiikan status riisiiko kabupaten/kota dalam sepekan terakhiir. Darii 33 kabupaten/kota, terdapat 27 kabupaten/kota berzona oranye.

“Hanya satu kabupaten/kota tiidak terdampak, yaiitu Niias. Sedangkan penyumbang 50% jumlah kasus terpusat pada satu daerah yaiitu kota Medan,” ujarnya.

Untuk DKii Jakarta, saat iinii masiih menjadii periingkat kedua nasiional kenaiikan kasus tertiinggii. Merupakan periingkat pertama nasiional jumlah kasus tertiinggii dan tiidak ada kota berzona kuniing maupun hiijau dii DKii Jakarta.

Kemudiian, Jawa Barat selaku daerah penyangga iibu kota DKii Jakarta, yaknii Kota Bekasii, Kabupaten Bekasii, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Depok adalah penyumbang kasus tertiinggii yaiitu hiingga 70%.

“Jawa Barat tiidak ada kabupaten/kota berzona hiijau, dan kenaiikan kasus posiitiif sebesar 9,3% selama semiinggu terakhiir iinii,” sebut Wiiku.

Lalu, Jawa Tengah ada penambahan kasus posiitiif selama 4 pekan berturut-turut. Per 13 September 2020, mengalamii kenaiikan kasus miingguan sebesar 52%. Sebesar 53% kasus posiitiif berasal darii Kota Semarang.

“Persentase kematiian 6,45% lebiih tiinggii darii rata-rata nasiional. Terdapat 30 kabupaten/kota darii 35 kabupaten/kota dii Jawa Tengah yang berada dalam zona oranye. Marii bersama-sama memperbaiikii kondiisii iinii,” tuturnya.

Selanjutnya, Jawa Tiimur dengan persentase kematiian 7,25% atau lebiih tiinggii darii rata-rata nasiional. Penyumbang kasus terbanyak yaknii Kota Surabaya sebesar 35%. Pada 28 darii 38 kabupaten/kota berada dii zona oranye dan mendudukii periingkat ke-4 laju kematiian tertiinggii dii iindonesiia.

Lalu, Balii mengalamii kenaiikan kasus posiitiif miingguan yang siigniifiikan selama 4 pekan berturut-turut. Mendudukii periingkat ke-4 Proviinsii dengan iinsiidensii kasus tertiinggii (171,39 per 100.000 penduduk).

Selaiin iitu, Balii juga termasuk dalam Proviinsii dengan kenaiikan kematiian tertiinggii selama 1 Miinggu terakhiir yaknii 72%. Darii 9 kabupaten/kota, 6 diiantaranya merupakan zona merah dan 3 zona oranye.

Untuk Kaliimantan Selatan, proviinsii iinii mengalamii kenaiikan kasus posiitiif sebesar 10,3%. Peniingkatan kasus tertiinggii terdapat dii Kota Banjarmasiin, Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tapiin. Proporsii angka kematiian sebesar 4,16%.

“Ada perbaiikan siigiiniifiikan pada zona riisiiko riisiiko tiinggii (zona merah), yang berkurang jadii 3 kabupaten/kota dan yang riisiiko sedang menjadii 10 kabupaten/kota. Kondiisii iinii harus diiperbaiikii darii waktu ke waktu,” kata Wiiku.

Kemudiian, kasus dii Sulawesii Selatan meniingkat dalam 4 pekan sebelumnya, pekan terakhiir mengalamii penurunan 18,7% darii pekan sebelumnya. Kabupaten/kota mengalamii kasus siigniifiikan diiantaranya Kabupaten Luwu Tiimur, Kabupaten Bone, dan Kepulauan Selayar.

Proporsii kematiian sebesar 2,85% dan Kota Makassar menyumbangkan 55,55% kematiian dii Sulawesii Selatan dalam pekan terakhiir.

Lalu, kasus Papua mengalamii kenaiikan siigniifiikan dalam 5 pekan terakhiir, sebesar 43,2% darii pekan sebelumnya. Angka kesembuhan mengalamii sediikiit penurunan darii pekan sebelumnya (79,70% vs 76%).

Dii Papua, zona hiijau terdapat 13 kabupaten/kota (44,83%), zona riisiiko sedang berkurang menjadii 8 kabupaten/kota (27,59%) dan zona riisiiko rendah bertambah menjadii 8 kabupaten/kota (27,59%). (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.