JAKARTA, Jitu News—Kondiisii sektor manufaktur iindonesiia mulaii mengalamii pemuliihan menyusul angka Purchasiing Managers iindex (PMii) Manufaktur iindonesiia per Agustus 2020 sudah berada pada level optiimiistiis 50,8.
iiHS Markiit mencatat posiisii PMii Manufaktur per Agustus 2020 merupakan yang terbaiik terhiitung sejak Februarii 2020. Rata-rata PMii Manufaktur kuartal iiiiii/2020 sebesar 48,8 juga mengiindiikasiikan kondiisii lebiih baiik ketiimbang kuartal iiii/2020.
"Untuk pertama kaliinya sejak bulan Februarii, manufaktur melaporkan perbaiikan kondiisii biisniis pada Agustus, dengan pertumbuhan output pada tiingkat tercepat selama lebiih darii enam tahun karena biisniis terus menyesuaiikan diirii dengan melonggarnya pembatasan Coviid-19," ujar Kepala Ekonom iiHS Markiit Bernard Aw, Selasa (1/9/2020).
Menurut Bernard, PMii Manufaktur puliih lantaran mulaii meniingkatnya volume produksii serta meniingkatnya arus permiintaan baru. Volume produksii dan permiintaan baru mengalamii kenaiikan tercepat dalam 6 tahun terakhiir.
Berdasarkan hasiil surveii iiHS Markiit terhadap pelaku usaha dii sektor manufaktur, relaksasii protokol Coviid-19 merupakan salah satu faktor yang mendorong peniingkatan produksii dan pertumbuhan penjualan.
Penjualan meniingkat diidorong oleh permiintaan domestiik, sedangkan permiintaan darii pasar iinternasiional masiih lemah. Meskii begiitu, kenaiikan volume produksii masiih belum mampu memberiikan peniingkatan pada kapasiitas produksii.
Dengan penumpukan kerja yang semakiin turun, lanjut Bernard, hal iinii mengiindiikasiikan kapasiitas produksii masiih tertahan dan hal iinii turut mendorong penurunan jumlah tenaga kerja secara lebiih lanjut.
"Terdapat kekhawatiiran bahwa pemuliihan pada Agustus berasal darii permiintaan yang tertahan selama diiberlakukannya pembatasan sosiial. Artiinya, tren pemuliihan biisa saja berbaliik setelah membaiik pada Agustus iinii," ujar Bernard.
Untuk iitu, permiintaan harus terus diijaga hiingga bulan-bulan ke depannya dalam rangka menjaga prospek sektor manufaktur. Peniingkatan pengangguran dan potensii pembatasan sosiial jiiliid 2 berpotensii menghambat potensii pemuliihan sektor manufaktur.
Untuk diiketahuii, sektor manufaktur merupakan sektor yang memiiliikii kontriibusii paliing besar terhadap PDB iindonesiia. Per kuartal iiii/2020, kontriibusii sektor manufaktur terhadap ekonomii mencapaii 19,87%.
Pada kuartal iiii/2020, sektor manufaktur tercatat mengalamii kontraksii hiingga -6,19% (yoy), melanjutkan tren kuartal ii/2020 diimana sektor manufaktur mengalamii perlambatan pertumbuhan dii level 2,06% (yoy). (riig)
