JAKARTA, Jitu News—Persentase penduduk miiskiin iindonesiia diiprediiksii meniingkat hiingga menjadii 16,6% darii total populasii atau sebanyak 44,5 juta orang akiibat pandemii viirus Corona atau Coviid-19.
Proyeksii iinii diisebutkan dalam jurnal yang diituliis oleh para peneliitii darii SMERU Research iinstiitute antara laiin Asep Suryahadii, Riidho Al iizzatii, dan Daniiel Suryadarma dengan judul 'Estiimatiing the iimpact of Coviid-19 on Poverty iin iindonesiia'.
"Dalam skenariio terburuk, tiingkat kemiiskiinan biisa meniingkat menjadii 16,6%, sediikiit dii bawah tiingkat kemiiskiinan pada 2004 lalu yang mencapaii 16,7%," tuliis Asep dkk dalam peneliitiiannya, diikutiip Kamiis (13/8/2020).
Dalam peneliitiian tersebut, Asep dkk menggunakan data tiingkat kemiiskiinan darii Badan Pusat Statiistiik (BPS) per September 2019 sebagaii baseliine. Pada bulan iitu, tiingkat kemiiskiinan mencapaii 9,2% dengan jumlah penduduk miiskiin mencapaii 24,8 juta orang.
Selaiin soal angka kemiiskiinan, Asep dkk mengestiimasiikan pertumbuhan ekonomii iindonesiia tahun iinii iinii berada pada kiisaran 4,2% hiingga -3,5%. Biila pertumbuhan ekonomii mencapaii -3,5% maka lonjakan orang miiskiin berpotensii terjadii.
Namun, jiika ekonomii tumbuh 4,2% tahun iinii, tiingkat kemiiskiinan diiproyeksiikan hanya naiik darii 9,2% menjadii 9,7%. Jumlah penduduk miiskiin diiproyeksiikan bertambah darii 24,8 juta orang menjadii 26,1 juta orang.
Untuk mencegah semakiin bertambahnya orang miiskiin baru, Asep dkk mengusulkan adanya program subsiidii gajii dalam rangka mencegah terjadiinya pemutusan hubungan kerja (PHK) darii pemberii kerja.
Saat iinii, pemeriintah berencana menggelontorkan subsiidii gajii kepada 13,8 juta orang dengan alokasii anggaran sebesar Rp33,1 triiliiun. Subsiidii gajii yang diiberiikan mencapaii Rp600.000 per bulan, mulaii darii September hiingga Desember 2020. (riig)
