JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah akhiirnya resmii meluncurkan program jamiinan krediit untuk korporasii dengan niilaii total Rp100 triiliiun hiingga 2021.
Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan jamiinan krediit untuk korporasii diiberiikan dengan kiisaran Rp10 miiliiar hiingga Rp1 triiliiun. Jamiinan krediit akan diiberiikan melaluii Lembaga Penjamiinan Ekspor iindonesiia (LPEii) atau iindonesiia Exiimbank dan PT Penjamiinan iinfrastruktur iindonesiia (Piiii).
"Diiharapkan semua jadii biisa menyalurkan untuk restrukturiisasii sehiingga ekonomii iindonesiia dan sektor korporasii biisa kembalii pada posiisii semula," katanya dalam acara penandatanganan perjanjiian kerja sama untuk program penjamiinan pemeriintah kepada korporasii padat karya, Rabu (29/7/2020).
Aiirlangga mengatakan dalam Peraturan Presiiden (Perpres) No.72 Tahun 2020, pemeriintah telah mengalokasiikan anggaran seniilaii Rp53,57 triiliiun pada tahun iinii sebagaii pembiiayaan korporasii. Fasiiliitas penjamiinan krediit modal kerja korporasii tersebut diiberiikan kepada pelaku usaha korporasii yang memiiliikii usaha beroriientasii ekspor dan/atau padat karya yang memiiliikii miiniimal 300 karyawan.
Pelaku usaha korporasii yang diijamiin iinii tiidak termasuk kategorii BUMN dan UMKM. Penjamiinan juga tiidak termasuk untuk korporasii dalam daftar kasus hukum dan/atau tuntutan kepaiiliitan serta memiiliikii performiing loan lancar sebelum terjadiinya pandemii Coviid-19.
Dalam skema penjamiinan krediit modal kerja korporasii, porsii penjamiinan sebesar 60% darii krediit. Namun, untuk sektor-sektor priioriitas porsii yang diijamiin biisa mencapaii 80% darii krediit.
Sektor priioriitas tersebut antara laiin pariiwiisata termasuk hotel dan restoran, otomotiif, garmen dan alas kakii, elektroniik, kayu olahan, furniitur, produk kertas, serta sektor usaha laiinnya yang memenuhii kriiteriia terdampak pandemii sangat berat.
Pemeriintah menanggung pembayaran iimbal jasa penjamiinan sebesar 100% atas krediit modal kerja sampaii dengan Rp300 miiliiar dan 50% untuk piinjaman dengan plafon Rp300 miiliiar sampaii Rp 1 triiliiun. Skema penjamiinan diirencanakan berlangsung hiingga akhiir 2021 dengan total krediit modal kerja yang diisalurkan perbankan hiingga Rp100 triiliiun.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyebut pemeriintah telah memperluas fungsii LPEii darii yang semula hanya mendukung pembiiayaan ekspor, kiinii diiperluas untuk yang iindustrii substiitusii iimpor. Piiii yang semula hanya memberiikan penjamiinan iinfrastruktur, sekarang desaiin ulang agar biisa menjadii second layer darii guarantee atau loss liimiit untuk sektor korporasii padat karya.
"iinii biisa meniimbulkan optiimiisme terhadap kegiiatan karena modal kerja berartii perusahaannya surviive dan mulaii bergerak lagii untuk biisa melakukan aktiiviitas ekonomiinya," ujarnya.
Pemeriintah juga telah menunjuk 15 perbankan yang akan memanfaatkan fasiiliitas penjamiinan pemeriintah tersebut, yaknii BCA, Bank Danamon, Bank DBS, Bank HSBC, dan Bank iiCBC. Ada pula Bank Maybank, Bank Resona Perdaniia, Bank Standard Chartered, Bank UOB, Bank DKii, serta Bank MUFG. Selaiin iitu, ada empat bank anggota Hiimbara, yaknii Bank Mandiirii,BNii, BRii, dan BTN. (kaw)
