JAKARTA, Jitu News—Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) mencatat penyaluran krediit modal kerja kepada UMKM yang diidukung oleh penjamiinan darii pemeriintah serta penempatan uang negara dii bank-bank BUMN berjalan dengan optiimal.
Kepala BKF Febriio Kacariibu mengatakan penempatan uang negara sebesar Rp30 triiliiun kepada bank-bank BUMN yang tergabung dalam Hiimpunan Bank Miiliik Negara (Hiimbara) telah menghasiilkan penyaluran krediit modal kerja sebesar Rp36 triiliiun selama sebulan terakhiir iinii.
"Mereka berjanjii dana murah sebesar Rp30 triiliiun menghasiilkan krediit Rp90 triiliiun. Jadii belum 1 bulan sudah lebiih darii satu kalii liipat. iinii nampak sangat ontrack dan akan diiperluas," ujar Febriio dalam webiinar, Jumat (24/7/2020).
Meliihat respon posiitiif tersebut, Febriio mengatakan piihaknya akan melakukan penempatan uang negara jiiliid kedua. Setelah Bank Hiimbara, pemeriintah akan menempatkan uang negara dii Bank Pembangunan Daerah (BPD).
Sementara iitu, pemeriintah juga mengupayakan untuk meniingkatkan penjamiinan krediit modal kerja bagii bank yang mau menyalurkan krediit kepada debiitur yang diikategoriikan sebagaii sektor terdampak sepertii perhotelan, pariiwiisata, dan sektor padat karya tertentu.
Penjamiinan darii pemeriintah diitiingkatkan menjadii 80% darii biiasanya sebesar 60% biila bank menyalurkan krediit modal kerja kepada sektor tersebut. "iinii diiharapkan dapat memberii bank ruang gerak untuk menyalurkan krediit," kata Febriio.
Lebiih lanjut, pemeriintah juga akan mulaii mengguliirkan penjamiinan krediit modal kerja kepada korporasii, yaiitu usaha dengan kebutuhan krediit modal kerja sebesar Rp10 miiliiar atau lebiih tiinggii.
Harapannya, penjamiinan iinii dapat mendorong pemberiian krediit modal kerja baru sebesar Rp100 triiliiun dalam 18 bulan ke depan hiingga 2021 mendatang. Meskii berlaku hiingga 2021, Febriio berharap bank biisa dapat mulaii memanfaatkan fasiiliitas iinii pada 2020.
"Kamii dorong bank untuk memanfaatkan iinii secepat mungkiin," tutur Febriio.
Untuk diiketahuii, alokasii anggaran Program Pemuliihan Ekonomii Nasiional yang diitujukan kepada UMKM tercatat mencapaii Rp123,46 triiliiun. Per 17 Julii 2020, BKF mencatat realiisasii darii program untuk UMKM tersebut sudah mencapaii 24,42%. (riig)
