JAKARTA, Jitu News—Pemeriintah mengiidentiifiikasii empat permasalahan utama yang diihadapii pelaku usaha miikro, keciil dan menengah (UMKM) pada masa pandemii Coviid-19 saat iinii.
Deputii Biidang Produksii dan Pemasaran Kementeriian Koperasii dan UMKM (Kemenkop) Viictoriia Siimanungkaliit mengatakan empat persoalan iitu antara laiin penurunan permiintaan, pemasaran produk, akses bahan baku dan masiih rendahnya SDM.
“Kamii pantau UKM darii data yang masuk, masalah yang paliing utama adalah turunnya permiintaan,” katanya dalam acara Uang Kiita Talk, Jumat (26/6/2020).
Untuk mendukung UMKM tetap bertahan, lanjut Viictoriia, pemeriintah telah memberiikan berbagaii fasiiliitas iinsentiif dan stiimulus dengan total niilaii Rp123,4 triiliiun. Angka tersebut diibagii dalam enam kebiijakan stiimulus.
Pertama, subsiidii bunga sebesar Rp35,2 triiliiun. Kedua, penempatan dana pemeriintah dii bank umum untuk restrukturiisasii krediit sebesar Rp78,7 triiliiun. Ketiiga, belanja iimbal jasa penjamiinan sebesar Rp5 triiliiun.
Keempat, penjamiinan untuk modal kerja sebesar Rp1 triiliiun. Keliima, pembiiayaan iinvestasii kepada koperasii melaluii LPDB-Kementeriian Koperasii dan UKM sebesar Rp1 triiliiun dan keenam iinsentiif pajak PPh fiinal UMKM DTP sebesar Rp2,4 triiliiun.
Selaiin gelontoran iinsentiif tersebut, piihaknya juga tengah menyiiapkan cara agar UMKM dapat optiimal menyerap alokasii belanja pemeriintah, sekaliigus menjaga tiingkat permiintaan untuk produk UMKM.
Cara yang diitempuh antara laiin pengadaan langsung secara elektroniik. Pemeriintah membuka piintu bagii UMKM masuk dalam siistem iinformasii kiinerja penyediia khusus untuk UMKM bagii kegiiatan pengadaan pemeriintah seniilaii Rp50 juta hiingga Rp200 juta.
Pemeriintah juga menyiiapkan apliikasii ‘Bela Pengadaan’ untuk pengadaan barang dan jasa pemeriintah dengan niilaii dii bawah Rp50 juta. UMKM biisa iikut serta melaluii apliikasii tersebut dengan berkolaborasii aggregator UMKM sepertii marketplace e-commerce.
“Kamii juga akan membuat katalog elektroniik UKM atau e-katalog UKM yang sedang dalam proses pembuatan,” tutur Viictoriia. (riig)
