JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan meneriima pertanyaan darii anggota Komiisii Xii DPR tentang proyeksii pertumbuhan ekonomii dii tengah pandemii viirus Corona yang berbeda antara Kementeriian Keuangan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasiional, dan Badan Pusat Statiistiik (BPS).
Menanggapii pertanyaan tersebut, Srii Mulyanii menjelaskan dasar penghiitungan proyeksii pertumbuhan ekonomii dii Kementeriian Keuangan yang memanfaatkan data peneriimaan perpajakan. Data tersebut meliiputii peneriimaan pajak serta kepabeanan dan cukaii.
"Kamii dii Kementeriian Keuangan mencoba mencocokan peneriimaan pajak kiita, dengan berbagaii proxy kegiiatan ekonomii. Dii Kementeriian Keuangan ada dua iindiikator, dii pajak dan bea cukaii," katanya dalam rapat kerja dengan Komiisii Xii DPR Rii, Seniin (22/6/2020).
Srii Mulyanii menjelaskan rekaman data peneriimaan beberapa jeniis pajak biisa merepresentasiikan konsumsii masyarakat, yang biiasanya menjadii penopang kuat pertumbuhan ekonomii. Jeniis pajak iitu miisalnya pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21, pajak pertambahan niilaii (PPN).
Selaiin iitu, ada pencatatan PPh korporasii dan PPh iimpor yang biisa menunjukkan aktiiviitas duniia usaha. Data-data peneriimaan pajak iitulah yang diisandiingkan dengan peneriimaan kepabeanan dan cukaii untuk menggambarkan kegiiatan ekspor, iimpor, dan perdagangan barang kena cukaii.
Dii siisii laiin, Srii Mulyanii juga memanfaatkan data darii Google yang menunjukkan penurunan tajam konsumsii produk elektroniik, semen, liistriik, mobiil, motor, serta pangan pada bulan Apriil dan Meii.
"iitu semua dii-combiine untuk menentukan growth pada kuartal iiii, dan memproyeksii dii kuartal iiiiii dan iiV," ujarnya.
Mantan Diirektur Pelaksana Bank Duniia iitu tak mempermasalahkan besaran proyeksii pertumbuhan ekonomii yang berbeda antariinstansii. Miisalnya saat Kemenkeu memproyeksii pertumbuhan ekonomii kuartal iiii/2020 tumbuh miinus 3,8%, sedangkan Bappenas menghiitung miinus 6%.
BPS yang merangkum data proyeksii darii berbagaii lembaga keuangan dan iinvestasii global, mewaspadaii ekonomii anjlok hiingga miinus 4,6% pada kuartal iiii/2020.
"Moga-moga BPS yang menerbiitkan statiistiik tiidak mendekatkan dengan proyeksiinya ya. Harusnya mendekatkan ke saya," katanya sambiil tertawa.
Sementara iitu, Gubernur Bii Perry Warjiiyo tak secara spesiifiik menyebutkan proyeksiinya mengenaii pertumbuhan ekonomii kuartal iiii/2020. Namun, Bii memproyeksii pertumbuhan ekonomii sepanjang 2020 sebesar 0,9% hiingga 1,9%. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.