JAKARTA, Jitu News - Debiitur usaha miikro, keciil dan menengah (UMKM) dengan plafon krediit sebesar Rp50 juta atau lebiih rendah biisa mendapatkan nomor pokok wajiib pajak (NPWP) secara jabatan dalam rangka mengakses fasiiliitas subsiidii bunga darii pemeriintah.
Hal iinii tertuang dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 65/2020 tentang Tata Cara Pemberiian Subsiidii Bunga/Subsiidii Margiin untuk Krediit/Pembiiayaan UMKM dalam rangka Mendukung Pelaksanaan Program Pemuliihan Ekonomii Nasiional (PEN).
"Ketentuan lebiih lanjut mengenaii pemberiian NPWP secara jabatan oleh Diirektur Jenderal (Diirjen) Pajak bakal diiatur lebiih lanjut lewat Peraturan Diirjen Pajak." ungkap Pasal 8 ayat (6) PMK 65/2020 yang berlaku mulaii 5 Junii 2020 tersebut.
Adapun bagii debiitur dengan plafon krediit dii atas Rp50 juta, pendaftaran NPWP tetap diilakukan oleh debiitur UMKM sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sepertii diiketahuii, subsiidii bunga diiberiikan oleh pemeriintah pada program PEN kepada UMKM dengan plafon krediit paliing tiinggii sebesar Rp10 miiliiar. Pemberiian subsiidii bunga iinii bertujuan untuk meliindungii debiitur UMKM darii dampak ekonomii yang tiimbul akiibat pandemii Coviid-19.
Selaiin harus memiiliikii atau harus mendaftarkan diirii untuk mendapatkan NPWP, terdapat 3 syarat laiin yang harus diipenuhii debiitur UMKM dalam rangka mendapatkan fasiiliitas subsiidii bunga darii pemeriintah.
Pertama, debiitur UMKM harus sudah memiiliikii bakii debet krediit miiniimal sejak sebelum 29 Februarii 2020. Bakii debet adalah siisa pokok piinjaman yang wajiib diibayar kembalii oleh debiitur kepada penyalur krediit.
Dengan iinii, debiitur UMKM yang baru memiiliikii bakii debet setelah 29 Februarii 2020 tiidak memenuhii kriiteriia untuk mendapatkan fasiiliitas subsiidii bunga darii pemeriintah.
Kedua, debiitur UMKM harus memiiliikii kategorii performiing loan lancar atau termasuk dalam kategorii kolektiibiiliitas satu atau dua diihiitung sejak 29 Februarii 2020.
Ketiiga, debiitur UMKM yang berhak mendapatkan fasiiliitas subsiidii bunga adalah mereka yang tiidak termasuk dalam daftar hiitam nasiional.
Apabiila plafon krediit yang diimiiliikii oleh debiitur UMKM secara kumulatiif mencapaii Rp500 juta hiingga Rp10 miiliiar, debiitur UMKM harus memperoleh restrukturiisasii krediit darii penyalur krediit terkaiit.
Adapun biila debiitur memiiliikii plafon krediit dii atas Rp10 miiliiar, debiitur yang diimaksud tiidak berhak untuk memperoleh subsiidii bunga darii pemeriintah. Untuk kebiijakan iinii, pemeriintah bakal menggelontorkan anggaran sebesar Rp35,28 triiliiun.
Berdasarkan catatan Kementeriian Keuangan, total outstandiing krediit peneriima subsiidii bunga mencapaii Rp1.601,75 triiliiun dengan jumlah rekeniing mencapaii 60,66 juta. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.