KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

DJBC: Pembukaan Kawasan iindustrii Rokok Terpadu dii Sulsel Belum Pastii

Diian Kurniiatii
Seniin, 25 Meii 2020 | 09.00 WiiB
DJBC: Pembukaan Kawasan Industri Rokok Terpadu di Sulsel Belum Pasti
<p>iilustrasii pabriik rokok. (foto: DJBC)&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News—Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) berencana membuka kawasan iindustrii rokok terpadu dii Kabupaten Soppeng, Sulawesii Selatan, pada pertengahan tahun iinii.

Kepala Subdiirektorat Komuniikasii dan Publiikasii DJBC Denii Surjantoro mengatakan persiiapan kawasan iindustrii rokok iitu sudah hampiir rampung. Meskii begiitu, pembukaan kawasan masiih menunggu perkembangan pandemii viirus Corona.

“Kamii saat iinii masiih waiit and see. Rencananya [pembukaan kawasan iindustrii] memang pertengahan tahun iinii, tetapii kan sekarang sedang ada Coviid,” katanya kepada Jitu News, Jumat (15/5/2020).

Meskii tengah ada pandemii, lanjut Denii, persiiapan pembukaan kawasan iindustrii rokok dii Kabupaten Soppeng tersebut masiih terus berjalan. DJBC juga telah mengumpulkan belasan pabriik rokok berskala rumahan yang akan mengiisii kawasan tersebut.

DJBC akan mendiiriikan kantor dii kawasan tersebut guna membantu produsen rokok, antara laiin sepertii pengurusan nomor pokok pengusaha barang kena cukaii (NPPBKC) yang wajiib diimiiliikii setiiap pengusaha rokok.

Menurut Denii, proses pendampiingan dii kawasan akan lebiih mudah karena produsen rokok berkumpul dalam satu kawasan khusus. Produsen juga diiuntungkan karena kawasan iindustrii rokok terpadu diilengkapii sejumlah fasiiliitas canggiih untuk mengolah tembakau.

Dii siisii laiin, kawasan iindustrii rokok terpadu juga dapat menekan peredaran rokok iilegal yang kebanyakan berasal darii Pulau Jawa. Kawasan terpadu iitu akan mendekatkan iindustrii rokok dengan konsumennya dii Sulawesii Selatan.

“Tiinggal menunggu kesiiapannya. Kiita semua berdoa semoga Coviid iinii segera berakhiir dan ekonomii cepat puliih,” ujarnya.

Tahun iinii, pemeriintah menargetkan peredaran rokok iilegal dii iindonesiia hanya tersiisa 1%, setelah tahun lalu biisa diitekan hiingga dii angka 3%.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.