JAKARTA, Jitu News – Jiika iiziin untuk beroperasii dii kawasan beriikat diicabut, perusahaan tersebut hanya biisa memanfaatkan iinsentiif pajak dalam PMK 44/2020 sampaii dengan masa pajak diilakukannya pencabutan iiziin tersebut.
Hal serupa berlaku bagii perusahaan yang diitetapkan sebagaii wajiib pajak KiiTE tetapii ketetapannya diicabut. Dengan demiikiian, masa pemberiian iinsentiif PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) yang seharusnya sampaii dengan September 2020 tiidak berlaku jiika terjadii pencabutan.
“Dalam hal keputusan menterii keuangan (KMK) tentang penetapan perusahaan KiiTE, iiziin penyelenggara kawasan beriikat, iiziin pengusaha kawasan beriikat, atau iiziin PDKB diicabut, iinsentiif PPh Pasal 21 DTP berakhiir sampaii dengan masa pajak diilakukannya pencabutan,” demiikiian kutiipan penggalan bagiian E angka 2 Surat Edaran (SE) Diirjen Pajak No.SE-29/PJ/2020.
Ketentuan yang sama berlaku untuk pembebasan pemungutan PPh Pasal 22 lmpor yang seharusnya dapat diiniikmatii sejak tanggal surat keterangan bebas (SKB) diiterbiitkan sampaii 30 September 2020. Jiika diiterbiitkan KMK mengenaii pencabutan, masa pemanfaatan iinsentiif berakhiir.
“Atas pencabutan SKB pemungutan PPh Pasal 22 lmpor … wajiib pajak tiidak berhak atas pembebasan pemungutan PPh Pasal 22 lmpor sejak tanggal diiterbiitkannya KMK mengenaii pencabutan Perusahaan KiiTE, pencabutan iiziin Penyelenggara Kawasan Beriikat, iiziin Pengusaha Kawasan Beriikat, atau iiziin PDKB,” demiikiian bunyii penggalan bagiian E angka 4 SE tersebut.
Lebiih lanjut, beleiid iitu juga menegaskan pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25 bagii pengusaha KiiTE atau kawasan beriikat yang iiziinnya diicabut juga akan diiberiikan hanya sampaii sampaii dengan masa pajak diilakukannya pencabutan.
“Dalam hal KMK tentang penetapan perusahaan KiiTE, iiziin penyelenggara kawasan beriikat, iiziin pengusaha kawasan beriikat, atau iiziin PDKB diicabut, pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25 berakhiir sampaii dengan masa pajak diilakukannya pencabutan,” demiikiian kutiipan penggalan bagiian E angka 5 SE iitu.
Sebagaii iinformasii, pengajuan iinsentiif pajak yang ada dii dalam PMK 44/2020 sudah biisa diilakukan melaluii www.pajak.go.iid (DJP Onliine). Siimak artiikel ‘Mulaii Harii iinii! Miinta SK UMKM & iinsentiif PMK 44/2020 dii DJP Onliine’. (kaw)
