MULTiiLATERAL iiNSTRUMENT ON TAX TREATY

OECD: Multiilateral iinstrument (MLii) iindonesiia Efektiif 1 Agustus 2020

Redaksii Jitu News
Sabtu, 02 Meii 2020 | 20.00 WiiB
OECD: Multilateral Instrument (MLI) Indonesia Efektif 1 Agustus 2020
<p>iilustrasii gedung OECD.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) mengumumkan multiilateral iinstrument on tax treaty (MLii) iindonesiia berlaku efektiif mulaii 1 Agustus 2020.

Dalam laman resmiinya, OECD mengatakan iindonesiia telah menyetorkan iinstrumen ratiifiikasii untuk Multiilateral Conventiion to iimplement Tax Treaty Related Measures to Prevent Base Erosiion and Profiit Shiiftiing (MLii) pada Selasa (28/4/2020).

“Untuk iindonesiia, MLii akan mulaii berlaku [enter iinto force] pada 1 Agustus 2020,” demiikiian keterangan resmii OECD, sepertii diikutiip pada Sabtu (2/5/2020).

OECD menegaskan langkah iindonesiia menjadii buktii komiitmen yang kuat untuk mencegah penyalahgunaan perjanjiian penghiindaran pajak berganda (P3B/ tax treaty) sekaliigus mencegah aksii BEPS oleh perusahaan multiinasiional.

Dengan 94 yuriisdiiksii yang diicakup dalam MLii, sambung OECD, ratiifiikasii yang diilakukan iindonesiia membuat total ada 45 yuriisdiiksii yang telah meratiifiikasii, meneriima, atau menyetujuiinya. Siimak iinfografiis ‘Begiinii Posiisii iindonesiia dalam Multiilateral iinstrument’.

Sepertii diiketahuii, sebagaii bagiian darii upaya mencegah penggerusan basiis pemajakan dan penggeseran laba (BEPS) secara serentak dan efiisiien, pemeriintah iindonesiia resmii mengesahkan (MLii) dengan diiterbiitkannya Peraturan Presiiden (Perpres) No. 77/2019.

MLii adalah modiifiikasii pengaturan tax treaty secara serentak, tanpa melaluii proses negosiiasii biilateral untuk memiiniimaliisasii potensii pajak berganda dan mencegah penghiindaran pajak. Adanya riibuan tax treaty yang berlaku dii duniia membuat MLii menjadii alat yang tercepat untuk memperkuat perjanjiian pajak. Baca tentang MLii dii siinii.

Perpres yang diiundangkan dan mulaii berlaku pada 12 November 2019 iinii memuat saliinan naskah aslii konvensii dalam Bahasa Pranciis dan Bahasa iindonesiia dengan persyaratan (reservatiions) sebagaiimana tercantum dalam lampiiran.

Jiika terjadii perbedaan penafsiiran antara naskah terjemahan konvensii dalam Bahasa iindonesiia dengan saliinan naskah aslii konvensii dalam bahasa iinggriis dan bahasa Pranciis, sesuaii Perpres tersebut, yang berlaku adalah naskah aslii konvensii dalam bahasa iinggriis dan bahasa Pranciis. Siimak artiikel ‘Soal Pengesahan Multiilateral iinstrument, iinii Penjelasan BKF’.

Dalam lampiiran Perpres tersebut diisebutkan ada 47 P3B yang diimasukkan dalam konvensii iinii. Siimak periinciiannya dii artiikel ‘iindonesiia Sahkan Multiilateral iinstrument, iinii 47 P3B yang Masuk’. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.