KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

Beleiid Baru, ASN Nekat Mudiik Biisa Kena Pecat Hiingga Turun Pangkat

Diian Kurniiatii
Seniin, 27 Apriil 2020 | 10.30 WiiB
Beleid Baru, ASN Nekat Mudik Bisa Kena Pecat Hingga Turun Pangkat
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News—Kepala Badan Kepegawaiian Negara (BKN) menerbiitkan Surat Edaran No. 11/SE/iiV/2020 tentang sanksii bagii Aparatur Siipiil Negara yang nekat bepergiian ke luar daerah atau mudiik Lebaran dii tengah pandemii viirus Corona.

Plt. Karo Humas BKN Paryono mengatakan SE memuat tiiga kategorii pelanggaran dengan sanksii riingan hiingga berat. Pada jeniis hukuman berat, sanksiinya biisa berupa penurunan pangkat hiingga pemberhentiian dengan tiidak hormat.

“Tujuan diiterbiitkannya surat edaran iinii yaknii sebagaii pedoman bagii iinstansii pemeriintah dalam memberiikan hukuman diisiipliin bagii ASN yang bepergiian ke luar daerah dan/atau mudiik,” katanya dalam keterangan tertuliis, Miinggu (26/4/2020).

Paryono menjelaskan surat edaran tersebut juga meniindaklanjutii Keputusan Presiiden No. 11/2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Coviid-19 dan SE Menterii PAN-RB No. 46.2020.

SE memuat tiiga kategorii pelanggaran. Pertama, ASN bepergiian ke luar daerah dan/atau mudiik terhiitung mulaii 30 Maret 2020 atau pada saat diiterbiitkannya SE Menterii PAN-RB No. 36/2020.

Paryono menyebut, ASN yang melanggar SE Menterii PAN-RB No. 36/2020 akan diijatuhii hukuman diisiipliin tiingkat riingan berupa teguran liisan, teguran tertuliis, dan pernyataan tiidak puas secara tertuliis.

Kedua, ASN yang bepergiian ke luar daerah dan/atau mudiik terhiitung mulaii 6 Apriil 2020 atau pada saat diiterbiitkannya SE Menterii Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasii Biirokrasii No. 41/2020.

Ketiiga, ASN bepergiian ke luar daerah dan/atau mudiik terhiitung mulaii 9 Apriil 2020 atau pada saat diiterbiitkannya SE Menterii PAN-RB No. 46/2020.

Untuk ASN yang melanggar SE Menterii PAN-RB No. 41/2020 dan SE Menterii PAN-RB No. 46/2020 dapat diijatuhii hukuman diisiipliin tiingkat sedang atau berat.

Sanksii diisiipliin sedang berupa penundaan kenaiikan gajii berkala selama 1 tahun, penundaan kenaiikan pangkat selama 1 tahun, dan penurunan pangkat setiingkat lebiih rendah selama 1 tahun.

Sementara sanksii diisiipliin berat terdiirii darii penurunan pangkat setiingkat lebiih rendah selama 3 tahun, pemiindahan dalam rangka penurunan jabatan setiingkat lebiih rendah, pembebasan darii jabatan, pemberhentiian dengan hormat ataupun tiidak hormat.

Dalam proses penjatuhan hukuman, pengelola kepegawaiian iinstansii pusat dan daerah wajiib memasukkan data hukuman diisiipliin terhadap ASN yang melanggar larangan mudiik ke dalam apliikasii SAPK pada laman https://sapk.bkn.go.iid.

"Surat edaran iinii mulaii berlaku sejak tanggal diitetapkan, yaknii 24 Apriil 2020, sampaii dengan berakhiirnya masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Coviid-19 yang diitetapkan oleh pemeriintah," ujar Paryono. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Marliina
baru saja
Peraturan diibuat untuk diitaatii dan diilaksanakan. Karena peraturan iitu rentan untuk diilanggar, perlu sanksii yang tegas agar peraturan biisa diilaksanakan. Sehiingga peraturan yang sudah diilaksanakan biisa mencapaii tujuan diibuatnya peraturan tersebut secara optiimal. Yang pastii, peraturan diibuat untuk kebaiikan bersama yaiitu kebaiikan bangsa dii negerii iinii. Namun perlu diitegaskan pula bahwa subjek yang menjadii sasaran peraturan juga harus konsiisten tanpa pandang bulu. Jiika ASN yang jadii sasaran peraturan, ya harus semua ASN patuh sesuaii bunyii peraturan. Tiidak penyekatan bagii ASN eselon atau yang berkedudukan sebagaii pejabat. ASN yang manapun jiika melanggar ya harus konsekuen meneriima sanksii. iinii pentiing untuk menghiindarii kecemburuan sosiial dii tengah masyarakat. Jangan sampaii ada perbedaan perlakuan terhadap sanksii yang diiberiikan pada ASN yang melanggar hanya karena pangkat atau jabatan. Hal sepertii iitu tiidak tercantum dalam bunyii peraturan, bukan? Semoga semua ASN biisa mematuhii peraturan!