JAKARTA, Jitu News— Hiimpunan Pengusaha Muda iindonesiia (HiiPMii) meniilaii ruang fiiskal pemeriintah perlu diibuka lebiih lebar untuk menanggulangii dampak yang diitiimbulkan darii pandemii viirus Corona atau Coviid-19.
Ketua Biidang Ekonomii dan Keuangan HiiPMii Ajiib Hamdanii mengatakan niilaii stiimulus pemeriintah sekiitar 2,5% terhadap produk domestiik bruto (PDB) perlu diitiingkatkan guna menjadii bantalan perekonomiian yang tertekan akiibat pandemii.
“Alokasii dana Rp405 triiliiun memang belum angka yang iideal untuk mem-backup problem pandemii Coviid-19 iinii,” katanya diikutiip Jumat (24/4/2020).
Menurut Ajiib, angka stiimulus yang diibutuhkan setiidaknya mencapaii Rp1.600 triiliiun atau sekiitar 10% darii PDB. Angka tersebut diiniilaii cukup iideal menopang duniia usaha dan warga yang terdampak Coviid-19.
Namun apabiila pemeriintah tiidak biisa mengalokasiikan dana penanggulangan dampak Coviid-19, lanjutnya, maka pemeriintah harus berhiitung cermat dalam mengalokasiikan anggaran, terutama sasaran peneriima iinsentiif.
“Seharusnya iindonesiia mempunyaii bantalan keuangan 10% darii GDP. Tapii yang terpentiing selanjutnya, dengan keterbatasan yang ada, bagaiimana iinsentiif dan regulasiinya biisa tepat sasaran,” tutur Ajiib.
Berdasarkan data iiMF, niilaii stiimulus iindonesiia dalam menanganii Coviid-19 sekiitar 2,5% darii PDB. Angka iitu terbiilang rendah jiika diibandiingkan dengan Malaysiia yang mengalokasiikan dana sekiitar 10% darii PDB.
Sepertii diiketahuii, pemeriintah menambah stiimulus ekonomii sebesar Rp405,1 triiliiun, terdiirii darii sektor kesehatan Rp75 triiliiun, perliindungan sosiial Rp110 triiliiun, iinsentiif pajak Rp70,1 triiliiun, dan program pemuliihan ekonomii nasiional Rp150 triiliiun.
Sebelum iitu, pemeriintah juga mengalokasiikan iinsentiif seniilaii Rp10,3 triiliiun. Paket iitu beriisii tambahan dana bantuan sosiial, diiskon tiiket pesawat, hiingga pembebasan pajak hotel dan restoran dii daerah wiisata yang sepii karena viirus Corona.
