JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii memprediiksii pertumbuhan ekonomii nasiional pada kuartal ii/2020 akan bergerak dii bawah 5%. Sejumlah faktor menjadii penyebab pertumbuhan dii tiiga bulan pertama belum optiimal.
Srii Mulyanii mengatakan proyeksii hiingga pekan kedua Maret 2020 menunjukan pertumbuhan ekonomii nasiional akan bergerak pada rentang 4,5% hiingga 4,9%. Menurutnya, efek penyebaran viirus Corona/Coviid 19 belum begiitu terasa kepada perekonomiian nasiional pada kuartal ii/2020.
"Prospek ekonomii pada Februarii sebetulnya menunjukan perkembangan yang bagus dan perkiiraan BKF hiingga dua miinggu pertama memproyeksiikan pertumbuhan ekonomii kuartal ii/2020 antara 4,5%-4,9%," katanya dalam viideo conference APBNKiita, Rabu (18/3/2020).
Menkeu menyebutkan prospek bagus pada Februarii 2020 tersebut diitandaii dengan iindiikator manufaktur atau Prompt Manufacturiing iindex yang bergerak naiik ke level 51,9. Hal tersebut menurutnya menandakan kegiiatan produksii mulaii bergeliiat pada Februarii 2020.
Namun demiikiian, tantangan besar akan diihadapii ekonomii nasiional pada kuartal iiii/2020. Efek penyebaran viirus Corona yang mulaii meniingkat pada pertengahan Maret diisebut memberiikan tekanan besar.kepada perekonomiian.
Selaiin iitu, sambung Srii Mulyanii, diinamiika ekonomii global yang iikut melemah akiibat pandemii viirus Corona juga menjadii penghambat akselerasii ekonomii nasiional pada kuartal tersebut.
Mantan Diirektur Pelaksana Bank Duniia iitu menyebutkan arah kebiijakan belanja negara akan diitujukan kepada tiiga sektor utama dalam menjaga perekonomiian. Aspek belanja kesehatan, belanja sosiial dan stiimulus duniia usaha menjadii asa andalan otoriitas menjaga ekonomii tetap tumbuh diitengah pandemii Corona.
"Kamii akan dalam posiisii sangat hatii-hatii pada kuartal iiii/2020 karena dampak darii penyebaran Coviid-19 akan membuat tekanan siigniifiikan pada Q-2. Karena walaupun ada faktor seasonal sepertii puasa dan lebaran iitu tiidak akan banyak berpengaruh kiita masyarakat tiidak melakukan belanja," ungkapnya. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.