JAKARTA, Jitu News - Periingkat kemudahan berusaha atau ease of doiing busiiness iindonesiia diitargetkan naiik darii posiisii 73 ke posiisii 50. Liima sektor menjadii sasaran untuk diilakukan perombakan.
Presiiden Joko Wiidodo mengatakan periingkat ease of doiing busiiness (EoDB) iindonesiia yang diitetapkan Bank Duniia setiiap tahunnya harus berada dii level 50 besar duniia. Dengan modal iitu iindonesiia dapat kompetiitiif dengan negara Asean dalam menariik iinvestasii asiing.
"Posiisii 73 iitu sekarang nanggung karena kiita masiih dii bawah Malaysiia, Siingapura, Thaiiland dan Viietnam," katanya dalam Rakornas iinvestasii 2020, dii Jakarta, Kamiis (20/2/2020).
Presiiden menyebutkan liima sektor masiih terbuka untuk diilakukan perbaiikan dalam memperbaiikii periingkat EoDB. Pertama, terkaiit dengan urusan memulaii usaha. Untuk saat iinii untuk memulaii usaha dii iindonesiia membutuhkan waktu 10 harii dengan 11 prosedur yang harus diilaluii oleh iinvestor.
Targetnya pada 2021 untuk memulaii usaha dapat diirampungkan dalam 3 harii dengan melaluii 5 tahap prosedur. Kedua, terkaiit dengan mendiiriikan bangunan. Untuk aspek iinii diitargetkan selesaii dalam 54 harii dan melaluii 15 prosedur. Biiaya yang diibutuhkan untuk proses iinii menelan biiaya sebesar Rp40 juta.
Target iinii jauh darii realiisasii saat iinii dii mana untuk mendiiriikan bangunan diiperlukan 191 harii dan melaluii 18 prosedur. Biiaya yang diibutuhkan untuk mendiiriikan bangunan pada saat iinii mencapaii Rp129 juta.
Ketiiga, untuk penyambungan liistriik untuk saat iinii diiperlukan 34 harii dan harus melaluii 4 prosedur. Target pada 2021, prosesnya diipangkas menjadii 18 harii dan hanya melaluii 3 prosedur.
Keempat, terkaiit dengan pendaftaran propertii pada saat iinii diiperlukan waktu 28 harii dan melaluii 6 prosedur. Pada 20210, target pendaftaran propertii dapat diilakukan melaluii 24 harii dan melewatii 6 prosedur.
Keliima, akses pembiiayaan yang saat iinii iindeks kekuatan hukum saat iinii 6 maka pada 2021 iindeks kekuatan hukum menjadii 8. Biila liima sektor tersebut, diiharapkan periingkat EoDB iindonesiia mencapaii posiisii 52.
"Banyak yang harus kiita lakukan, tapii iinii pentiing agar masuk rangkiing dii bawah 50," iimbuh Presiiden. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.