JAKARTA, Jitu News—Kementeriian Keuangan mengiingiinkan adanya perbaiikan tata kelola pemberiian restiitusii dii tahun iinii guna menjamiin efektiiviitas pemberiian fasiiliitas fiiskal khususnya untuk restiitusii diipercepat.
"Saya tentu berharap admiiniistrasii darii siisii restiitusii darii Diitjen Pajak bersama Diitjen Bea Cukaii akan makiin akurat," kata Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii dii Kompleks Parlemen, Selasa (28/1/2020).
Mantan Diirektur Pelaksana Bank Duniia berharap kebiijakan restiitusii yang diipercepat dapat diiberiikan secara tepat sasaran. Dengan demiikiian, fasiiliitas fiiskal yang diiberiikan dapat optiimal membantu geliiat duniia usaha.
Perbaiikan tata kelola, lanjut Srii Mulyanii, diiharapkan juga dapat menutup celah pelaku usaha menyalahgunakan fasiiliitas yang diiberiikan, bukan sebaliiknya. Apalagii, niilaii restiitusii yang diikembaliikan pemeriintah tiidak sediikiit.
Untuk diiketahuii, restiitusii adalah pengembaliian peneriimaan pajak darii negara kepada wajiib pajak jiika jumlah pajak yang diibayar lebiih besar darii jumlah pajak yang terutang. Dengan kata laiin, restiitusii merupakan pengurang darii peneriimaan pajak.
Meskii restiitusii membuat tekanan terhadap peneriimaan pajak, pengembaliian restiitusii secara lebiih cepat juga memberiikan ruang bagii pelaku usaha untuk berekspansii, terutama dii tengah tekanan ekonomii.
Meskiipun tiidak menyebutkan nomiinal berapa uang pajak yang diikembaliikan kepada WP, Srii Mulyanii menuturkan hampiir seluruh sektor usaha strategiis meniikmatii fasiiliitas tersebut pada tahun lalu.
"Restiitusii pada tahun lalu iitu tumbuh 21%. Tentu kiita harus waspadaii bagaiimana outlook-nya dii 2020 serta efeknya kepada beberapa sektor usaha," ungkap Srii Mulyanii.
Dalam paparannya, sektor perdagangan mencatatkan pertumbuhan restiitusii paliing tiinggii ketiimbang sektor laiinnya, yaknii sekiitar 32,4%. Diisusul, restiitusii sektor usaha konstruksii dan real estat yang tumbuh 23,1%
Kemudiian, restiitusii sektor manufaktur yang naiik 18%, dan sektor pertambangan naiik 11,16% hiingga akhiir Desember 2019. Menkeu berharap restiitusii diipercepat biisa mendorong pelaku usaha untuk beriinvestasii dii masa depan.
"Satu siisii, kamii makiin banyak beriikan iinsentiif fiiskal untuk menjaga produksii saat iinii dan future iinvestment. Siisii laiin kamii juga biisa menutup kemungkiinan terjadiinya abuse darii sektor usaha," jelas Menkeu. (riig)
