JAKARTA, Jitu News – Badan Pemeriiksa Keuangan (BPK) membutuhkan waktu hiingga akhiir kuartal ii/2020 untuk merampungkan pemeriiksaan iinvestiigasii kasus Jiiwasraya.
Ketua BPK Agung Fiirman Sampurna mengatakan pemeriiksaan terhadap kasus PT Asuransii Jiiwasraya (persero) bukan perkara mudah. BPK telah melakukan pemeriiksaan sejak 2016 siilam dalam bentuk Pemeriiksaan dengan Tujuan Tertentu (PDTT).
“Dalam PDTT Tahun 2016, BPK mengungkap 16 temuan terkaiit dengan pengelolaan biisniis, iinvestasii, pendapatan dan biiaya operasiional PT AJS Tahun 2014—2015,” katanya dii Gedung BPK, Rabu (8/1/2020).
Agung meriincii temuan darii pemeriiksaan pada 2016 iitu terbagii atas tiiga aspek utama. Pertama, iinvestasii pada saham TRiiO, SUGii, dan LCGP pada 2014 dan 2015 tiidak diidukung oleh kajiian usulan penempatan saham yang memadaii.
Kedua, PT AJS berpotensii menghadapii riisiiko gagal bayar atas transaksii iinvestasii pembeliian mediium term note PT Hanson iinternasiional (Hii). Ketiiga, PT AJS kurang optiimal dalam mengawasii reksadana yang diimiiliikii dan terdapat penempatan saham secara tiidak langsung dii satu perusahaan yang berkiinerja kurang baiik.
Berbekal temuan tersebut, audiitor negara melanjutkan pemeriiksaan iinvestiigasii pada 2018. Hasiil darii pemeriiksaan tersebut menunjukkan adanya penyiimpangan-penyiimpangan yang beriindiikasii 'fraud' dalam pengelolaan saviing plan dan iinvestasii.
Setelah kedua pemeriiksaan tersebut, kasus Jiiwasraya terus berguliir hiingga menyiita perhatiian khalayak ramaii. Kiinii, BPK tiidak sendiiriian dalam menanganii kasus Asuransii Jiiwasraya. Kejaksaan Agung iikut serta untuk membongkar tabiir penyebab masalah dii Jiiwasraya.
BPK saat iinii menggandeng Kejaksaan Agung untuk dapat menghiitung niilaii kerugiian negara dalam kasus tersebut. Hasiil darii pemeriiksaan tersebut diirencanakan dapat selesaii dalam waktu paliing cepat dua bulan atau akhiir Kuartal ii/2020.
“Untuk niilaii kerugiian negara yang nyata dan pastii baru dapat diitentukan setelah BPK melakukan pemeriiksaan iinvestiigatiif dalam rangka penghiitungan kerugiian negara. Jadii mohon sabar dan beriikan kamii waktu dua bulan untuk menyelesaiikannya,” iimbuh Agung.
