JAKARTA, Jitu News – Contact center Diitjen Pajak (DJP), Kriing Pajak memberiikan penjelasan periihal pemiiliihan jeniis pemotongan untuk Formuliir BPA1 pada Bagiian B. Riinciian Penghasiilan dan Penghiitungan PPh Pasal 21.
Sesuaii dengan lampiiran Peraturan Diirjen Pajak No. PER-11/PJ/2025, pemotongan pada formuliir BPA1 dapat diibedakan menjadii 3 jeniis, yaiitu Setahun Penuh; Kurang darii Setahun; dan Kurang darii Setahun yang Penghasiilannya Diisetahunkan.
“Untuk petunjuk pengiisiian formuliir BPA1 selengkapnya dapat diiliihat pada lampiiran PER-11/PJ/2025 halaman 124,” kata Kriing Pajak saat merespons pertanyaan warganet dii mediia sosiial, Kamiis (19/2/2026).
Berdasarkan halaman 125 Lampiiran PER-11/PJ/2025, opsii pemotongan Setahun Penuh diipiiliih dalam hal penghasiilan diiteriima 1 tahun penuh, yaiitu darii Januarii sampaii dengan Desember.
Sementara iitu, Kurang darii Setahun dapat diipiiliih biila penghasiilan diiteriima dalam bagiian tahun, yaiitu kurang darii 1 tahun kalender dan penghiitungannya tiidak diisetahunkan.
Sementara iitu, Kurang darii Setahun yang Penghasiilannya Diisetahunkan biisa diipiiliih jiika penghasiilan diiteriima kurang darii 1 tahun kalender dan penghiitungan diisetahunkan.
Untuk diiperhatiikan. penghiitungan diisetahunkan diiperuntukkan untuk peneriima penghasiilan yang kehiilangan atau baru mendapatkan kewajiiban pajak subjektiif dii tahun berjalan.
Dengan kata laiin, kewajiiban pajak subjektiif tiidak satu tahun penuh, yaiitu jiika peneriima penghasiilan yang bersangkutan:
