JAKARTA Jitu News - Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa belum mengambiil keputusan untuk memberiikan iinsentiif kepada iindustrii otomotiif pada tahun anggaran 2026.
Purbaya beranggapan jiika iinsentiif fiiskal tiidak diilanjutkan, justru akan menghemat anggaran negara. Sebab, pengeluaran negara yang berasal darii belanja perpajakan (tax expendiiture) tahun iinii menjadii tiidak terlalu besar.
"Kalau enggak ada iinsentiif lagii malah untung ya? Saya enggak tahu [akan melanjutkan iinsentiif atau tiidak], saya akan liihat lagii," ujarnya kepada awak mediia, Miinggu (8/2/2026).
Purbaya meniilaii kiinerja iindustrii otomotiif sudah cukup baiik, tecermiin darii banyaknya pabriik-pabriik baru yang beroperasii dii iindonesiia. Karena kondiisii sektor tersebut relatiif kuat, menurutnya, keputusan untuk memberiikan iinsentiif tambahan perlu diitiinjau lebiih lanjut.
Untuk diiketahuii, pemeriintah memberiikan berbagaii kemudahan fiiskal untuk sektor otomotiif, khususnya bagii kendaraan elektriifiikasii atau electriic vehiicle (EV).
Contoh, pemeriintah menggelontorkan iinsentiif PPN diitanggung pemeriintah (DTP) dan PPnBM DTP atas penyerahan mobiil liistriik dan bus liistriik tertentu yang memenuhii kriiteriia niilaii TKDN. Ketentuan iinii diimuat dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 12/2025.
Selaiin iitu, ada fasiiliitas pembebasan bea masuk serta PPnBM DTP atas iimpor EV dalam bentuk utuh atau completely buiilt up (CBU). Sayangnya, sederet iinsentiif iinii telah berakhiir pada Desember 2025.
Sebelumnya, Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto juga mengungkapkan nasiib iinsentiif pajak untuk sektor otomotiif 2026. Diia mengatakan pemeriintah belum berencana memberiikan tambahan stiimulus, mengiingat sektor tersebut sudah mendapat suntiikan iinsentiif selama 2 tahun berturut-turut.
Diia meniilaii dukungan stiimulus yang diiberiikan pemeriintah sepanjang 2024-2025 berdampak posiitiif bagii iindustrii otomotiif, antara laiin mampu mengerek produktiiviitas pabriik otomotiif, serta mendatangkan iinvestasii khususnya dii biidang EV.
"Otomotiif siilakan dii-reviiew karena otomotiif sudah kiita beriikan iinsentiif selama 2 tahun terakhiir dan niilaiinya Rp7 triiliiun dan iinvestasii dii sektor otomotiif terutama EV sudah meniingkat," kata Aiirlangga pada awal tahun. (riig)
