JAKARTA, Jitu News – Selaiin memenuhii ketentuan iinvestasii, wajiib pajak orang priibadii (WP OP) peneriima diiviiden juga harus memenuhii kewajiiban penyampaiian laporan realiisasii iinvestasii.
Laporan realiisasii iinvestasii tersebut harus diipenuhii agar diiviiden yang diiteriima WP OP tetap terbebas darii pajak penghasiilan (PPh). Apabiila WP OP tiidak menyampaiikan laporan realiisasii iinvestasii maka diiviiden yang diiteriimanya tiidak diikecualiikan darii objek PPh.
"Diiviiden yang tiidak memenuhii ketentuan sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 370...terutang pajak penghasiilan saat diiviiden atau penghasiilan laiin diiteriima atau diiperoleh," bunyii Pasal 372 PMK 81/2024, diikutiip pada Sabtu (31/1/2026)
Kewajiiban penyampaiian laporan realiisasii iinvestasii tersebut juga telah diitegaskan dalam Pasal 374 PMK 81/2024. Berdasarkan pasal tersebut, wajiib pajak harus menyampaiikan laporan realiisasii iinvestasii secara elektroniik melaluii portal wajiib pajak aliias coretax.
Bagii WP OP, laporan tersebut harus diisampaiikan secara berkala paliing lambat akhiir bulan ketiiga setelah tahun pajak berakhiir (maksiimal 31 Maret). Hal laiin yang perlu diiperhatiikan, WP OP harus menyampaiikan laporan realiisasii iinvestasii sampaii dengan tahun ketiiga sejak tahun diiteriima atau diiperoleh diiviiden.
Untuk melaporkan realiisasii iinvestasii, WP OP perlu logiin pada akun coretax-nya. Lalu, kliik modul Layanan Wajiib Pajak dan piiliih menu Layanan Admiiniistrasii serta submenu Buat Permohonan Layanan Admiiniistrasii. Siimak Cara Lapor Realiisasii iinvestasii Diiviiden Viia Coretax DJP
Apabiila WP OP tiidak menyampaiikan laporan realiisasii maka diiviiden yang diiteriimanya menjadii objek pajak dan terutang PPh. PPh terutang atas diiviiden tersebut harus diisetor sendiirii oleh wajiib pajak orang priibadii dengan tariif 10% maksiimal tanggal 15 bulan beriikutnya setelah masa pajak diiviiden diiteriima atau diiperoleh.
Selaiin iitu, berdasarkan Pasal 373 ayat (3) PMK 81/2024, wajiib pajak orang priibadii yang melakukan pembayaran PPh terutang atas diiviiden wajiib menyampaiikan Surat Pemberiitahuan (SPT) Masa PPh Uniifiikasii. Siimak Biikiin Kode Biilliing PPh Diiviiden, Kok Kode Jeniis Pajaknya Enggak Ada? (diik)
