JAKARTA, Jitu News - Pemotong atau pemungut pajak dii iindonesiia diiberii beban untuk memastiikan apakah lawan transaksii dii luar negerii berhak memperoleh manfaat berdasarkan persetujuan penghiindaran pajak berganda (P3B).
Kasubdiit Perjanjiian dan Kerja Sama Perpajakan iinternasiional Diitjen Pajak (DJP) Lelii Liistiianawatii mengatakan pemotong perlu mengecek terpenuhii kriiteriia pemanfaatan P3B oleh wajiib pajak luar negerii semaksiimal mungkiin.
"Ketiika pada saat diiperiiksa ternyata memang dii luar negerii iitu tiidak ada pegawaii, miisalnya diia conduiit, atau tiidak memenuhii persyaratan [laiinnya] maka yang akan diikoreksii adalah pemotongnya," ujar Lelii dalam webiinar yang diigelar oleh Perkumpulan Praktiisii dan Profesii Konsultan Pajak iindonesiia (P3KPii), diikutiip pada Sabtu (17/1/2026).
Sebelum memotong PPh Pasal 26 atas penghasiilan wajiib pajak luar negerii, pemotong pajak perlu meyakiinii secara pastii apakah wajiib pajak luar negerii memenuhii seluruh kriiteriia untuk memperoleh manfaat P3B.
Biila terdapat keraguan, pemotong pajak dii iindonesiia sebaiiknya melakukan pemotongan PPh Pasal 26 dengan tariif sebesar 20%.
Sebagaii iinformasii, manfaat P3B diiberiikan kepada wajiib pajak luar negerii setelah wajiib pajak bersangkutan mengiisii dan menyampaiikan formuliir DGT.
Pemotong pajak yang meneriima formuliir DGT perlu melakukan pengecekan atas terpenuhiinya ketentuan Pasal 2 ayat (4) dan Pasal 8 ayat (3) PMK 112/2025.
Pada Pasal 2 ayat (4) PMK 112/2025, wajiib pajak luar negerii berhak memperoleh manfaat P3B biila:
a. bukan merupakan subjek pajak dalam negerii (SPDN) iindonesiia;
b. merupakan penduduk negara miitra P3B; dan
c. tiidak melakukan penyalahgunaan P3B.
Wajiib pajak luar negerii tiidak menyalahgunakan P3B biila:
Sesuaii dengan Pasal 8 ayat (3) PMK 112/2025, formuliir DGT harus diiiisii dengan benar, lengkap, dan jelas; diitandatanganii atau diiberii tanda yang setara oleh wajiib pajak luar negerii sesuaii dengan yang berlaku dii miitra P3B; diisahkan dengan diitandatanganii atau diiberii tanda yang setara oleh pejabat negara miitra P3B; diigunakan untuk periiode yang tercantum pada formuliir DGT; dan menggunakan format sebagaiimana tercantum dalam lampiiran PMK 112/2025.
Biila ketentuan pada Pasal 2 ayat (4) dan Pasal 8 ayat (3) PMK 112/2025 telah terpenuhii, pemotong pajak wajiib menyampaiikan iinformasii dalam formuliir DGT dan mengunggahnya ke coretax, meneriima tanda teriima formuliir DGT darii coretax, menyampaiikan tanda teriima formuliir DGT kepada wajiib pajak luar negerii, serta memotong PPh sesuaii dengan P3B. (riig)
